فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا ࣖ ۩
Fasjudū lillāhi wa‘budū.
Bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah Dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan.
Ayat ini memerintahkan manusia agar tunduk dan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, karena Allah menurunkan Al-Qur’an kepada manusia melalui rasul-Nya, tugasnya memberi petunjuk dan membawa berita gembira. Hendaklah manusia menyambut Al-Qur’an itu dengan meninggalkan penyembahan terhadap berhala yang tidak membawa manfaat.
1. Tatamārā تَتَمَارَى (an-Najm/53: 55)
Tatamārā berasal dari kata al-miryah yaitu “ragu-ragu”. Mirāu′ adalah “bertengkar” karena kedua pihak saling meragukan. Tatamārā berarti bertengkar dalam arti saling meragukan, dalam hal ini adalah nikmat Allah. Yang bertengkar karena saling meragukan itu adalah orang-orang kafir.
2. Sāmidūn سَامِدُوْن (an-Najm/53:61)
Sāmidūn kata dasarnya adalah sammada masdarnya as-samūdu artinya “lengah”, “lalai” seperti unta yang mengangkat kepalanya ke atas sambil berjalan sehingga ia tidak melihat jalan atau bahaya. Sāmidūn adalah orang-orang yang lalai dan lengah akan kematiannya atau kiamat, dan asyik bergembira ria tanpa memikirkan hari esok.
















































