Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 63 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 382 •  Quarter Hizb 39 •  Juz 20 •  Manzil 5 • Makkiyah

اَمَّنْ يَّهْدِيْكُمْ فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُّرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Am may yahdīkum fī ẓulumātil-barri wal-baḥri wa may yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih(ī), a'ilāhum ma‘allāh(i), ta‘ālallāhu ‘ammā yusyrikūn(a).

Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang memberi petunjuk kepadamu dalam kegelapan darat dan laut serta yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.

Makna Surat An-Naml Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tanyakan pula kepada mereka, wahai Rasul, “Bukankah Dia Allah yang memberi petunjuk kepada kamu dalam perjalanan di tengah kegelapan di daratan dan lautan melalui bintang-bintang, atau arah angin, atau tanda-tanda lainnya? Dan bukankah Dia yang mendatangkan aneka angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan hujan sebagai rahmat-Nya yang akan menghidupkan tanah dan tumbuhan? Apakah di samping Allah ada tuhan lain yang membuat itu sehingga kamu menyembah dan memohon kepada selain-Nya? Mahatinggi dan Mahasuci Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan keempat dalam rangka mengungkapkan tabir kesesatan penyembah berhala. Pertanyaan ini berkisar tentang siapakah yang memimpin manusia dalam perjalanan yang gelap di daratan dan lautan ketika mereka tersesat dari jalan yang benar? Bukankah Allah yang menciptakan bintang-bintang di langit yang dijadikan petunjuk jalan, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ

Da n Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadi-kannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.(al-An‘ām/6: 97)

Dapatkah berhala-berhala yang mereka sembah itu memberi petunjuk kepada mereka dalam kegelapan di darat dan di laut? Tentunya tidak. Kalau begitu, mengapa mereka disembah? Siapa pulakah yang mendatangkan angin pembawa kabar gembira bagi para petani sebelum turun hujan yang merupakan rahmat besar dari Tuhan? Dapatkah berhala-berhala itu berbuat seperti demikian? Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Mahasuci lagi Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qarāran قَرَارًا (an-Naml /27: 61)

Secara etimologis, qarāran semakna dengan kata maskan yang berarti tempat tinggal atau kediaman. Dalam konteks ayat di atas, Allah menegaskan bahwa diri-Nya yang telah menjadikan bumi sebagai qarāran atau tempat tinggal/kediaman yang nyaman bagi manusia, termasuk bagi orang-orang yang mengingkari keberadaan-Nya. Dengan penegasan ini, diharapkan orang-orang yang mengingkari keberadaan-Nya akan insaf dan kemudian beriman kepada-Nya.

2. Khulafā’ al-arḍ خُلَفَاءَ الاَرْضِ (an-Naml/27: 62)

Khulafā’ al-arḍ terdiri dari dua kata, khulafā’ (jamak dari khalīfah) yang bermakna wakil-wakil dan al-arḍ yang berarti bumi. Dengan demikian, khulafā’ al-arḍ bermakna wakil-wakil di bumi. Sedang maksud manusia dijadikan sebagai khulafā’ al-arḍ dalam konteks ayat di atas, adalah bahwa manusia dijadikan berkuasa untuk mengatur dan mengolah bumi. Dan yang menjadikan manusia sebagai khulafā’ al-arḍ tak lain adalah Allah. Karena itu, setiap orang harus selalu ingat pada-Nya. Namun ternyata, seperti diisyaratkan oleh ayat di atas, hanya sedikit yang mengingat-Nya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto