Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 2 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 377 •  Quarter Hizb 38.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

هُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ

Hudaw wa busyrā lil-mu'minīn(a).

(sebagai) petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang mukmin,

Makna Surat An-Naml Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Al-Qur’an adalah menjadi petunjuk, pembimbing manusia ke jalan yang lurus dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Merekalah yang bisa memanfaatkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Mereka akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akan masuk surga di akhirat nanti.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Al-Qur’an itu sebagai petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Petunjuk yang merupakan hidayah Allah, sehingga manusia menjadi yakin dan mau beriman. Akan tetapi, tidak semua manusia dapat memperoleh dan menikmati hidayah dari Allah, meskipun Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan batil bagi manusia seluruhnya, sebagaimana dalam firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)... (al-Baqarah/2: 185).

Hanya orang-orang yang beriman dan yang mempunyai kesediaan dalam dirinya untuk beriman saja yang dapat menikmati petunjuk Al-Qur’an. Bagi orang-orang yang beriman, Al-Qur’an menambah petunjuk dan hidayah yang sudah ada, sehingga bertambah pula iman dan amal perbuatannya dalam melaksanakan ajaran Islam yang juga bersumber pada Al-Qur’an. Dengan demikian, iman seseorang dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan amalnya. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:

فَاَمَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْ نَ

... Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. (at-Taubah/9: 124).

Mereka merasa gembira karena mendapat berita tentang limpahan rahmat dan keridaan Allah. Surga juga tersedia bagi mereka sebagai tempat tinggal, yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kitāb Mubīn كِتَابٍ مُبِيْنٍ (an-Naml/27: 1)

Kata kitāb terbentuk dari kata kataba-yaktubu-kitāban yang berarti menulis. Jadi, kata kitāb berarti tulisan atau kitab. Kata al-Kitāb merupakan salah satu nama populer Al-Qur’an, di samping nama Al-Qur’an itu sendiri. Kita tahu bahwa Allah memelihara Al-Qur’an melalui tulisan yang tercermin dalam nama Al-Kitab (Tulisan), dan melalui bacaan yang tercermin dalam nama Al-Qur’an (Bacaan). Kata al-mubīn adalah kata sifat dari kata abana-yubinu-ibānatan yang berarti menjelaskan. Ia terambil dari kata bana-yabinu-bainan yang berarti jelas dan berbeda dari yang lain. Maksud dari Kitab yang Menjelaskan di sini adalah Al-Qur’an yang menjelaskan perintah dan larangan Allah, dan lain-lain.

2. Busyrā بُشْرَى (an-Naml/27: 2)

Kata busyrā memiliki akar kata basyar yang berarti kulit. Manusia disebut dengan kata basyar karena yang tampak dari manusia adalah kulitnya. Kalimat bāsyara ar-rajulu imra’atahu berarti laki-laki itu mencari kesenangan dari kulit istrinya (menggaulinya). Kata busyrā atau bisyārah berarti setiap berita yang benar dan mengakibatkan kulit di wajah menjadi berubah. Kabar gembira disebut dengan kata busyrā karena bila jiwa gembira maka darah mengalir lancar hingga ke kulit seperti air yang mengalir di dalam pohon. Kata ini lebih banyak digunakan untuk berita yang baik, namun terkadang digunakan pula untuk berita yang buruk, sebagaimana firman Allah, “Sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih.” (Āli ‘Imrān/3: 21). Adapun maksud kata busyrā di sini adalah kabar gembira.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto