Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 147 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 147 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 101 •  Quarter Hizb 10.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا ۔

Mā yaf‘alullāhu bi‘ażābikum in syakartum wa āmantum, wa kānallāhu syākiran ‘alīmā(n).

Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Allah Maha Mensyukuri177) lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 147
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang dilakukan, yaitu apa manfaat yang Allah dapatkan dengan memberikan hukuman dan siksaan terhadap kamu, jika kamu bersyukur dan beriman kepada-Nya? Sama sekali tidak ada. Dan Allah selamanya, dari dahulu hingga kini dan masa akan datang, Maha Mensyukuri orangorang yang beriman dan beramal saleh dan memberi ganjaran kepada mereka, Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan dan yang tersimpan di dalam hati mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah tidak akan menyiksa seseorang secara semena-mena. Allah menyiksa orang-orang munafik, hanyalah karena perbuatan mereka sendiri. Kepada mereka telah diberi akal, panca indera dan perasaan tetapi tidak mereka pergunakan sebagaimana mestinya sehingga mereka tidak mau menerima petunjuk-petunjuk Allah, dan jiwa mereka menjadi kotor serta penyakit kemunafikan bersemi di dalam diri mereka.

Apabila Allah memberikan pahala kepada mereka, sesudah mereka bertobat adalah karena kesadaran dan keikhlasan yang timbul dari hati mereka sendiri, dan telah melakukan amal saleh yang didasarkan kepada iman yang benar. Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia Maha Pembalas jasa kepada hamba-Nya yang mau bersyukur dan Maha Mengetahui setiap amal perbuatan yang dilakukannya, dengan memberikan pahala yang tidak terhingga. Allah berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّك ُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrāhīm/14:7).

Isi Kandungan Kosakata

Sulṭānan سُلْطَانًا (an-Nisā’/4: 144)

Sulṭān adalah argumentasi dan bukti-bukti, alasan-alasan yang nyata. Asal kata ini adalah as-sulṭah ( السلطة ) yang menunjukkan pada arti kekuasaan (tamakkun min al-qahr). Hujah atau argumentasi dinamakan sulṭān karena argumentasi mampu menguasai hati orang yang diberi argumentasi tersebut. Pada umumnya sulṭān atau hujah ini diberikan kepada mereka yang diberi ilmu dan hikmah (ar-Rāgib). Dalam ayat 144 di atas dinyatakan bahwa Allah melarang orang yang beriman untuk menjadikan dan mengambil orang kafir sebagai auliyā’ dan teman akrab tempat menyimpan rahasia, tempat mengadu dan curah hati, serta pembela dan pendukung. Kemudian dinyatakan kepada orang-orang mukmin maukah mereka membuat alasan dan argumentasi yang nyata bagi Allah untuk menyiksa mereka atau bukti yang jelas bahwa mereka benar-benar bukan orang yang beriman. Pernyataan semacam itu sudah pasti tidak sejalan dan bertentangan dengan keimanan kaum Muslimin dan juga tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Sebab, mengambil orang kafir sebagai teman sama saja dengan memberi hujah, alasan dan bukti kepada Allah untuk menyiksa mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto