Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 110 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 110 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 96 •  Quarter Hizb 10.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Wa may ya‘mal sū'an au yaẓlim nafsahū ṡumma yastagfirillāha yajidillāha gafūrar raḥīmā(n).

Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 110
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan barang siapa berbuat kejahatan, atau berbuat dosa terhadap orang lain yang menimbulkan dampak buruk terhadap diri mereka, atau menganiaya dirinya, yaitu melakukan perbuatan dosa yang berdampak buruk hanya terhadap dirinya sendiri, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan dosa yang dilakukannya itu disertai penyesalan atas perbuatannya dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun atas dosadosanya dan segala dosa yang dilakukan oleh siapa pun yang bertobat kepada-Nya, Maha Penyayang dengan mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka yang bertobat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini memberikan dorongan kepada mereka yang berbuat salah untuk menyadari dirinya dan kembali ke jalan yang benar, bertobat kepada Allah. Perbuatan mereka menzalimi diri sendiri dengan jalan berbuat maksiat, seperti sumpah palsu akan diampuni Allah jika mereka benar-benar minta ampun kepada-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bagaimana jalan keluar dari dosa sesudah terperosok ke dalamnya dan sesudah diturunkan peringatan kepada musuh-musuh kebenaran, yaitu dengan tobat dan minta ampun. Orang yang minta ampun akan mendapati Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia akan merasakan hasil pengampunan Allah pada dirinya yaitu rasa benci kepada kemaksiatan dan penyebab-penyebabnya. Dia juga akan merasakan kasih sayang Allah kepadanya dengan tumbuhnya hasrat dalam hatinya hendak berbuat kebajikan.

Isi Kandungan Kosakata

جَادَلْتُمْ Jādaltum (4: 109)

Jādaltum artinya saling mendebat. Akar katanya adalah (جدل) yang artinya memilin, menganyam, memintal secara keras dan kuat. Jidāl atau mujādalah identik dengan mukhāṣamah yang artinya saling berbantah, bertengkar, berselisih, karena orang yang sedang berselisih atau bertengkar berusaha mencengkeram, memilin lawannya secara keras (Ibnu Faris, al-Khāzin). Al-Mujādalah dalam Al-Qur’an adalah mengeluarkan kemampuan untuk mendebat orang dengan mengemukakan hujah dan bukti-bukti yang bisa meyakinkan orang lain, bahwa apa yang diyakininya salah. Jidāl, banyak sekali terdapat pada ayat-ayat yang membantah tuduhan-tuduhan orang musyrik atau kafir, baik terhadap keesaan Allah, kenabian maupun kebenaran Al-Qur’an serta hari kebangkitan (lihat al-An‘ām/6: 25)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto