Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 133 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 133 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 99 •  Quarter Hizb 10.5 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ اَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِاٰخَرِيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى ذٰلِكَ قَدِيْرًا

Iy yasya' yużhibkum ayyuhan-nāsu wa ya'ti bi'ākharīn(a), wa kānallāhu ‘alā żālika qadīrā(n).

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu semua wahai manusia, dan Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Allah Maha Kuasa berbuat demikian.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 133
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dengan tegas Allah menyatakan pada ayat ini bahwa kalau Allah menghendaki untuk memusnahkanmu karena kekafiranmu terhadapNya, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua, wahai manusia! Kemudian setelah kemusnahanmu itu, Dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan Allah Mahakuasa, dan tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya untuk berbuat demikian.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Apabila Allah berkehendak untuk melenyapkan semua manusia dan seluruh alam ini, sesudah itu menciptakan makhluk dan alam yang lain sebagai ganti untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka Allah kuasa melaksanakan kehendak-Nya itu; karena segala apa yang terdapat di langit dan di bumi tunduk di bawah kekuasaan-Nya.

Apabila ada sebagian manusia yang mengingkari nikmat Allah dan membangkang terhadap perintah-perintah-Nya, kemudian mereka dibiarkan terus hidup di dunia ini hingga ajalnya tiba, hal itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar tidak memerlukan ketaatan mereka. Apabila mereka tidak diberi balasan secara langsung, bukanlah karena Allah tidak berkuasa untuk membinasakan mereka, tetapi semata-mata karena adanya hikmah dan kemaslahatan yang berguna bagi manusia yang bertakwa. Allah berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۙ ١٩ وَّمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ ٢٠

(19) Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), (20) dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah. (Ibrāhīm/14:19-20).

وَ ِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْۙ ثُمَّ لَا يَكُوْنُوْٓا اَمْثَالَكُمْ

… Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini). (Muhammad/47:38).

Ayat ini mengandung ancaman kepada orang-orang musyrik yang selalu menyiksa pikiran dan perasaan Nabi dan menentang seruannya, juga untuk memperingatkan agar orang memperhatikan sunatullāh yang menguasai hidup dan mati mereka.

Isi Kandungan Kosakata

as-Samāwātاَلسَّمٰ وَاتْ (an-Nisā’/4: 131)

As-Samāwāt yaitu kata bentuk jamak dari as-samā’ yang artinya sesuatu yang di atas, namun bisa diartikan dengan langit. Al-Qur’an menggunakan kata samāwāt dalam bentuk jamak dan sering juga menggunakan kata samā’ dalam bentuk mufrad. Namun kata arḍ tidak ada yang dalam bentuk jamak. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa jumlah langit maupun bumi adalah tujuh (aṭ-Ṭalāq/65:12). Namun ulama berbeda pendapat dalam menguraikan 7 langit dan 7 bumi. Lingkungan hidup manusia ialah benda-benda langit dan benda-benda bumi. Pada ayat 131 ini Allah menegaskan bahwa apa yang ada di langit dan yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah. Bahkan nyawa dan anggota tubuh kita adalah juga kepunyaan Allah dan berlaku hukum Allah yaitu setiap saat dapat diambil kembali oleh Allah. Jadi apa yang kita katakan; ini rumahku, ini tanahku, ini mobilku, ini istriku dan ini anakku, adalah hanya ungkapan kebiasaan manusia, pada hakikatnya adalah kepunyaan Allah. Benda-benda dan orang-orang tersebut adalah amanat dari Allah untuk kita pelihara dan dimanfaatkan serta dididik secara baik-baik sesuai dengan ketentuan dan hukum agama Islam. Dalam ayat 131 ini diberi petunjuk bahwa sebagaimana telah diperintahkan kepada Ahli Kitab, kepada kita orang-orang mukmin pun diperintahkan untuk memelihara benda-benda dan orang-orang yang telah diamanatkan kepada kita, kita harus bertakwa, menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan penderitaan kita atau orang lain, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto