Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 132 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 132 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 99 •  Quarter Hizb 10.5 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا

Wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa kafā billāhi wakīlā(n).

Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 132
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Allah menegaskan kembali pada ayat ini apa yang telah dinyatakan-Nya pada ayat sebelumnya bahwa milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemeliharanya, yaitu memelihara amal hamba-hamba-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian dalam ayat ini dipertegas bahwa kepunyaan Allah-lah apa saja yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia berkuasa untuk mengatur secara mutlak dan berkuasa mewujudkan atau melenyapkan, berkuasa untuk menghidupkan dan mematikan menurut kehendak-Nya. Karena itu cukuplah Allah menjadi pemelihara dan Dialah yang mengurus dan menentukan urusan hamba-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

as-Samāwātاَلسَّمٰ وَاتْ (an-Nisā’/4: 131)

As-Samāwāt yaitu kata bentuk jamak dari as-samā’ yang artinya sesuatu yang di atas, namun bisa diartikan dengan langit. Al-Qur’an menggunakan kata samāwāt dalam bentuk jamak dan sering juga menggunakan kata samā’ dalam bentuk mufrad. Namun kata arḍ tidak ada yang dalam bentuk jamak. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa jumlah langit maupun bumi adalah tujuh (aṭ-Ṭalāq/65:12). Namun ulama berbeda pendapat dalam menguraikan 7 langit dan 7 bumi. Lingkungan hidup manusia ialah benda-benda langit dan benda-benda bumi. Pada ayat 131 ini Allah menegaskan bahwa apa yang ada di langit dan yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah. Bahkan nyawa dan anggota tubuh kita adalah juga kepunyaan Allah dan berlaku hukum Allah yaitu setiap saat dapat diambil kembali oleh Allah. Jadi apa yang kita katakan; ini rumahku, ini tanahku, ini mobilku, ini istriku dan ini anakku, adalah hanya ungkapan kebiasaan manusia, pada hakikatnya adalah kepunyaan Allah. Benda-benda dan orang-orang tersebut adalah amanat dari Allah untuk kita pelihara dan dimanfaatkan serta dididik secara baik-baik sesuai dengan ketentuan dan hukum agama Islam. Dalam ayat 131 ini diberi petunjuk bahwa sebagaimana telah diperintahkan kepada Ahli Kitab, kepada kita orang-orang mukmin pun diperintahkan untuk memelihara benda-benda dan orang-orang yang telah diamanatkan kepada kita, kita harus bertakwa, menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan penderitaan kita atau orang lain, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto