Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 5 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 5 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 77 •  Quarter Hizb 8.5 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاۤءَ اَمْوَالَكُمُ الَّتِيْ جَعَلَ اللّٰهُ لَكُمْ قِيٰمًا وَّارْزُقُوْهُمْ فِيْهَا وَاكْسُوْهُمْ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا

Wa lā tu'tus-sufahā'a amwālakumul-latī ja‘alallāhu lakum qiyāmaw warzuqūhum fīhā waksūhum wa qūlū lahum qaulam ma‘rūfā(n).

Janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaan)-mu yang Allah jadikan sebagai pokok kehidupanmu. Berilah mereka belanja dan pakaian dari (hasil harta) itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 5
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah penjelasan tentang hak-hak anak yatim yang harus dipenuhi, ayat ini menjelaskan larangan menyerahkan harta mereka bila mereka belum mampu mengurus. Dan janganlah kalian serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, yaitu anak yatim atau orang dewasa yang belum mampu mengurus, harta mereka yang ada dalam kekuasaan kalian yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan, penyangga hidup, penopang urusan, dan penunjang berbagai keinginan dalam kehidupan ini. Sebab, dalam kondisi seperti itu mereka akan menghabiskan harta tersebut secara sia-sia. Karena itu, berilah mereka belanja secukupnya dan pakaian selayaknya yang bisa menutupi aurat dan memperindah penampilan, dari hasil harta yang kalian usahakan itu. Bersikaplah lemah lembut dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik sehingga membuat perasaan mereka nyaman dan tenteram.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Para wali dan pelaksana wasiat (waṣi) yang memelihara anak yatim agar menyerahkan harta anak yatim yang ada dalam kekuasaannya apabila anak yatim itu telah dewasa dan telah dapat menjaga hartanya. Apabila belum mampu maka tetaplah harta tersebut dipelihara dengan sebaik-baiknya karena harta adalah modal kehidupan.

Segala keperluan anak yatim seperti pakaian, makanan, pendidikan, pengobatan dan sebagainya dapat diambil dari keuntungan harta itu apabila harta tersebut diusahakan (diinvestasikan). Kepada mereka hendaklah berkata lemah lembut penuh kasih sayang dan memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Isi Kandungan Kosakata

as-Sufahā’ اَلسُّفَهَاءِ(a n-Nisā’/4: 5)

As-Sufahā’ merupakan bentuk jamak dari safīh, berasal dari kata kerja safiha-yasfahu, berarti “tidak memiliki kelayakan atau pengetahuan”, “bodoh”, “berakhlak buruk”. Arti kata dasarnya adalah enteng, lemah dan lain-lain. ṡaubun safīh berarti pakaian yang jelek tenunannya. Rimahun taṣaffahat artinya tombak-tombak yang miring. Dengan demikian, safīh berarti “orang yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan, yang bodoh, atau yang berakhlak buruk”. Dalam kaitan dengan ayat yang dimaksud kata sufahā’ menunjuk kepada anak-anak yatim yang masih dalam keadaan kurang pengetahuan atau kemampuannya untuk mengelola harta yang menjadi haknya. Walaupun mereka sudah cukup umur untuk mendapatkan harta yang menjadi haknya, namun karena keadaannya itu sebaiknya harta tersebut tetap dikelola oleh walinya, karena dikhawatirkan harta itu akan habis tanpa ada manfaat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto