Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 42 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 42 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 355 •  Quarter Hizb 36.25 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ

Wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wa ilallāhil-maṣīr(u).

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi dan hanya kepada Allahlah kembalinya (seluruh makhluk).

Makna Surat An-Nur Ayat 42
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Itulah contoh kecil dari kekuasaan dan kepemilikan Allah. Dan sesungguhnya hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia yang menciptakan, memiliki, dan mengaturnya. Dengan demikian, Allah adalah sumber segala sesuatu dan hanya kepada Allah-lah seluruh makhluk akan kembali.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang mempunyai langit dan bumi, Dialah yang mengatur dan berkuasa atas segala yang ada di antara keduanya. Kepada-Nyalah nanti semua mahluk ciptaan-Nya akan kembali. Oleh sebab itu, hendaklah manusia tunduk dan patuh kepada-Nya dan selalu bersyukur memuji-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya. Hendaklah manusia memikirkan dan merenungkan kebesaran dan kekuasaan-Nya yang dapat dibuktikan dengan memperhatikan dan menganalisa ciptaan-Nya di langit dan di bumi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yuzjī Saḥāban يُزْجِى سَحَابًا (an-Nūr/24: 43)

Yuzjī berasal dari kata zajā yaitu mendorong sesuatu agar teratur atau menggiring seperti mengatur unta dalam berjalan. Sedangkan saḥāb berasal dari kata saḥaba yang berarti menarik kembali. Arti dasarnya adalah berlari. As-Saḥāb diartikan dengan awan karena ada angin yang mendorongnya atau karena satu sama lain saling berkejaran. Ayat ini menjelaskan tentang bukti kekuasaan Allah. Dia-lah yang menjadikan awan teratur, kemudian meng-arak, mengumpulkannya dan menjadikannya bertindih-tindih. Untuk sete-rusnya kemudian keluarlah air hujan.

2. Rukāman رُكَامًا (an-Nūr/24:43)

Lafal rukāma berasal dari kata rakima yang berarti menjadikan sesuatu berada diatasnya dan seterusnya. Dengan kata lain rukāman berarti saling bersusun atau bertindih. Biasanya lafal ini untuk menyifati pasir atau pasukan, karena pasir dan pasukan saling bersusun satu sama lain. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia-lah yang menjadikan awan bertindih-tindih setelah Dia arak dan kumpulkan di satu tempat/daerah, sehingga terjadi tumpukan dan gumpalan awan yang berwarna hitam bagaikan gunung-gunung di angkasa, kemudian keluarlah dari celah awan tersebut air hujan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto