Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 27 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 352 •  Quarter Hizb 36 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tadkhulū buyūtan gaira buyūtikum ḥattā tasta'nisū wa tusallimū ‘alā ahlihā, żālikum khairul lakum la‘allakum tażakkarūn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Demikian itu lebih baik bagimu agar kamu mengambil pelajaran.

Makna Surat An-Nur Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat-ayat berikut ini berbicara tentang etika berkunjung. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah tinggal yang bukan rumah tinggal-mu sebelum meminta izin kepada orang yang berada di dalamnya, dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu daripada masuk tanpa izin, agar kamu selalu ingat bahwa cara itulah yang terbaik bagi kamu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah mengajarkan kepada orang-orang mukmin tata cara bergaul untuk memelihara dan memupuk cinta dan kasih sayang serta pergaulan yang baik di antara mereka, yaitu janganlah memasuki rumah orang lain kecuali sesudah diberi izin dan memberi salam terlebih dahulu, agar tidak sampai melihat aib orang lain, melihat hal-hal yang tidak pantas orang lain melihatnya, tidak menyaksikan hal-hal yang biasanya disem-bunyikan orang dan dijaga betul untuk tidak dilihat orang lain. Seseorang yang meminta izin untuk memasuki rumah orang, yang ditandai dengan memberi salam, jika tidak mendapat jawaban sebaiknya dilakukan sampai tiga kali. Kalau sudah ada izin, barulah masuk dan kalau tidak sebaik ia pulang.

Cara yang demikian itulah yang lebih baik, yaitu apabila akan memasuki rumah orang lain, harus lebih dahulu minta izin, memberi salam dan menunggu sampai ada izin, kalau tidak, lebih baik pulang saja.

Isi Kandungan Kosakata

Tasta’nisū تَسْتَأْنِسُوْ ا (an-Nūr/23: 27)

Artinya: kamu meminta izin. Kalimat ini bentuk muḍari’ dari ista’nasa. Akar katanya adalah ( أ ـ ن ـ س ) yang artinya damai, tenang, lawan dari nufūr atau resah, tidak tenang, lari dan lain sebagainya. Dari akar kata ini muncul kata insan atau manusia karena manusia adalah makhluk yang gampang damai jika bertemu dengan sesamanya, atau makhluk yang tidak bisa hidup sendirian, tapi harus hidup dengan lainnya. Dari arti kata diatas maka ungkapan tasta’nisu lebih tepat diartikan: sehingga kamu mendapatkan kedamaian atau ketenangan dari tuan rumah yang kamu kunjungi. Seseorang yang mendapatkan izin dari tuan rumah belum pasti tuan rumah tersebut menyukai kedatangannya karena beberapa hal. Namun jika tuan rumah dari sikap dan suaranya menunjukkan arti kedamaian maka sikap ini melebihi dari sekedar mengizinkan. Artinya kata tasta’nisu lebih jauh jangkauannya dan luas pengertiannya dari tasta’ẓinu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto