فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyediakan dua surga bagi orang yang takut akan Tuhannya dan berkeyakinan bahwa mereka akan mendapat balasan atas perbuatannya. Bila tergerak hatinya akan berbuat maksiat, maka ia ingat akan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Karena itu ia meninggalkan perbuatan itu, takut akan azab dan hukuman yang akan diterimanya. Mereka berbuat baik dan mengajak manusia berbuat baik pula.
Dua surga itu ialah:
1. Surga rohani di mana mereka mendapat keridaan Allah.
Firman Allah:
وَرِضْوَان ٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung. (at- Taubah/9: 72)
2. Surga jasmani yang mereka peroleh sesuai dengan amal saleh yang mereka perbuat di dunia.
1. Żawātā Afnān ذَوَاتَا أَفْنَان (ar-Raḥmān/55: 48)
Kata żawātā afnān terdiri dari dua kata, yaitu żawātā dan afnān. Yang pertama (żawāt) merupakan bentuk jamak dari żāt, yang artinya mempunyai. Sedang yang kedua (afnān) merupakan bentuk jamak dari fanan, yang artinya dahan yang lurus dan panjang. Istilah ini disebut pada ayat tersebut untuk menggambarkan bahwa pohon-pohon yang terdapat di surga adalah yang berdahan lurus dan panjang serta banyak daunnya, sehingga menjadikannya sebagai pepohonan yang rimbun dan rindang, serta enak dipandang. Penyebutan kata ini untuk menunjukkan keindahan dan banyaknya manfaat yang dapat ditemukan pada pohon-pohon surgawi itu.
2. Lam Yaṭmiṡhunna لَمْ يَطْمِثْهُنَّ (ar-Raḥmān/55: 56)
Kata yaṭmiṡ berakar kata aṭ-ṭamṡ. Akar kata yang terdiri dari (ṭā'-mīm-ṡā') mengandung arti sentuhan. Jika dikaitkan dengan hubungan antara lelaki dan perempuan maka artinya hubungan badan. Memecah keperawanan seorang perempuan yang akhirnya mengeluarkan darah juga disebut aṭ-ṭamṡ. Keluarnya darah haid juga disebut aṭ-ṭamṡ. Seorang perempuan yang haid disebut juga aṭ-ṭāmiṡ. Dari seluruh rangkaian arti diatas bisa dirangkum pengertian bahwa perempuan surga adalah perempuan yang masih asli, masih perawan, yang belum pernah ada orang yang menyentuh dan menggauli mereka.









































