ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ
Żawātā afnān(in).
Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.
Kedua surga yang Allah janjikan kepada orang yang bertakwa itu mempunyai aneka pepohonan yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam dan menyenangkan
Ayat ini menerangkan bahwa kedua surga itu mempunyai pohon-pohon yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam coraknya, yang membuat mereka tambah bernafsu, tambah berselera untuk memakannya. Kemudian Allah berkata, “Apakah kamu, hai manusia dan jin, menginginkan nikmat Tuhanmu yang diberikan-Nya kepada kamu sekalian?”
1. Żawātā Afnān ذَوَاتَا أَفْنَان (ar-Raḥmān/55: 48)
Kata żawātā afnān terdiri dari dua kata, yaitu żawātā dan afnān. Yang pertama (żawāt) merupakan bentuk jamak dari żāt, yang artinya mempunyai. Sedang yang kedua (afnān) merupakan bentuk jamak dari fanan, yang artinya dahan yang lurus dan panjang. Istilah ini disebut pada ayat tersebut untuk menggambarkan bahwa pohon-pohon yang terdapat di surga adalah yang berdahan lurus dan panjang serta banyak daunnya, sehingga menjadikannya sebagai pepohonan yang rimbun dan rindang, serta enak dipandang. Penyebutan kata ini untuk menunjukkan keindahan dan banyaknya manfaat yang dapat ditemukan pada pohon-pohon surgawi itu.
2. Lam Yaṭmiṡhunna لَمْ يَطْمِثْهُنَّ (ar-Raḥmān/55: 56)
Kata yaṭmiṡ berakar kata aṭ-ṭamṡ. Akar kata yang terdiri dari (ṭā'-mīm-ṡā') mengandung arti sentuhan. Jika dikaitkan dengan hubungan antara lelaki dan perempuan maka artinya hubungan badan. Memecah keperawanan seorang perempuan yang akhirnya mengeluarkan darah juga disebut aṭ-ṭamṡ. Keluarnya darah haid juga disebut aṭ-ṭamṡ. Seorang perempuan yang haid disebut juga aṭ-ṭāmiṡ. Dari seluruh rangkaian arti diatas bisa dirangkum pengertian bahwa perempuan surga adalah perempuan yang masih asli, masih perawan, yang belum pernah ada orang yang menyentuh dan menggauli mereka.








































