يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ
Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-arḍ(i), kulla yaumin huwa fī sya'n(in).
Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.
Dalam kehidupan ini, apa saja yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya untuk memenuhi hajat hidup mereka. Karenanya, setiap waktu Dia terus berada dalam kesibukan mengatur dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.
Allah senantiasa menghidupkan dan mematikan, serta memberi rezeki, memuliakan dan menghinakan, memberi sakit dan menyembuhkan, menyuruh dan melarang, mengampuni dan menghukum, mengasihi dan memarahi terhadap makhluk-Nya. Dan Dia pula memberikan apa-apa yang diminta oleh semua yang ada di langit dan di bumi, seperti yang diungkapkan dalam hadis ini:
عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مُنِيْبٍ قَالَ: تَلَا عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هٰذِهِ الآيَةَ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَمَا ذَلِكَ الشَّأْنُ؟ قَالَ: أَنْ يَغْفِرَ ذَنْبًا وَيُفَرِّجَ كَرْبًا وَيَرْفَعَ قَوْمًا وَيَضَعَ آخَرِيْنَ (رواه البزار وابن جرير والطبرانى وابن عساكر)
Dari ‘Abdullāh bin Munīb, ia berkata, “Rasulullah membacakan kepada kami ayat ini, lalu kami berkata, Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ‘urusan’?’ Rasulullah bersabda, ‘Mengampuni dosa, melapangkan kesusahan, meninggikan satu golongan dan merendahkan golongan yang lain.’” (Riwayat al-Bazzār, Ibnu Jarīr, aṭ-Ṭabrānī dan Ibnu ‘Asākir)
1. Fānin فَانٍ (ar-Raḥmān/55: 26)
Kata fānin adalah isim fā‘il yang berarti yang rusak, binasa, musnah, lenyap, dan berasal dari fi‘il (kata kerja) faniya-yafnā-fanā'an yang berarti rusak, binasa, musnah, dan lenyap.
Kata fān mengandung makna masa datang. Ini mengesankan berakhirnya periode kehidupan duniawi serta tidak berlakunya lagi hukum-hukum yang berlaku selama ini, akibat kematian manusia dan jin serta terjadinya periode ba-ru kehidupan yang memberi ganjaran dan balasan terhadap mereka, karena kehi-dupan duniawi adalah sebagai pengantar menuju tujuan ke akhirat, dan apa yang terjadi itu adalah perpindahan dari pengantar menuju tujuan.
2. Sya’nin شَأْنٍ (ar-Raḥmān/55: 29)
Kata sya’nin diambil dari kata kerja sya'ana-yasy’anu-sya'nan, berarti menuruti, mengikuti. Asy-sya’nu juga berarti berpelukan, hajat kebutuhan, perkara, urusan, keadaan/hal, hubungan, kedudukan, kepentingan, yang penting.
Kata sya'n dalam Surah ar-Raḥmān/55: 29 bermakna persoalan yang besar dan penting. Kalau persoalan yang besar saja berada dalam genggaman Allah, maka tentu lebih-lebih yang kecil.













































