Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Aṣ-Ṣaff (Barisan)
الصّفّ
Ayat 12 / 14 •  Surat 61 / 114 •  Halaman 552 •  Quarter Hizb 55.75 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۙ

Yagfir lakum żunūbakum wa yudkhilkum jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru wa masākina ṭayyibatan fī jannāti ‘adn(in), żālikal-fauzul-‘aẓīm(u).

(Jika kamu beriman dan berjihad,) niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.

Makna Surat As-Saff Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan perniagaan itu adalah niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu, baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja dan memasukkan kamu ke dalam surga di akhirat yang penuh kenikmatan, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sehingga kehidupan terasa indah dan menyenangkan; dan juga Allah memasukkan kamu ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn sehingga kenikmatan terasa di atas kenikmatan. Itulah kemenangan yang besar, karena keputusan yang tepat selama hidup di dunia untuk beriman dan berjihad.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan oleh at-Tirmiżī dan al-Ḥākim dan dinyatakan sahih dari ‘Abdullāh bin Salām bahwa ketika para sahabat Rasulullah sedang duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang, di antara mereka ada yang berkata, “Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah pasti kami akan mengerjakannya,” maka turunlah ayat ini.

Jika manusia beriman, mengakui kebenaran Rasulullah saw dan berjihad di jalan-Nya, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Seakan-akan dosa itu tidak pernah diperbuatnya atau menjauhkannya dari perbuatan dosa itu. Allah juga menyediakan tempat bagi mereka di dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tempat di dalam surga adalah tempat yang paling indah, dan paling menyenangkan hati orang yang berada di dalamnya.

Isi Kandungan Kosakata



1. Tunjīkum تُنْجِيْكُمْ (aṣ-Ṣaff/61: 10)

Kata tunjī adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata anjā-yunjī-injā’an yang berarti menyelamatkan. Ia berasal dari kata najā-yanjā-najātan yang berarti terbebas dari sesuatu. Darinya diambil kata najwah yang berarti tempat tinggi yang diduga memberi keselamatan. Darinya diambil kata an-najiyyah yang berarti unta cepat yang bisa menyelamatkan penunggangnya. Kata najā juga berarti berbicara secara berbisik-bisik, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dalam bentuk najiyyan, “Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf), mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik.” (Yūsuf/12: 80) Juga seperti dalam firman Allah, “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu.” (al-Mujādalah/58: 12) Dan yang dimaksud dengan kata tunjīkum di sini adalah menyelamatkan kalian.

2. Anṣārullāh اَنْصَارُ اللّٰهِ (aṣ-Ṣaff/61: 14)

Kata anṣār adalah jamak dari kata nāṣir, isim fā‘il dari kata naṣara-yanṣuru-naṣran yang berarti menolong. Di dalam sebuah hadis disebutkan, “Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan menzalimi atau dizalimi.” Maksudnya, mencegahnya untuk berbuat zalim bila Anda menjumpainya dalam keadaan zalim, atau menolongnya dari orang yang menzalimi bila Anda menjumpainya dalam keadaan terzalimi. Kata anṣār juga berarti para sahabat Nabi saw yang memberi pertolongan kepada beliau saat hijrah. Tadinya nama ini hanyalah sebatas sifat, lalu ia menjadi sebutan atau gelar karena terbiasa digunakan. Darinya diambil kata tanāṣara yang berarti saling mendukung, sebagaimana kalimat tanāṣaral-akhbār yang berarti berita-berita itu sebagiannya membenarkan sebagian yang lain. Di dalam ayat yang sedang ditafsirkan ini, Allah memerintahkan kita untuk menjadi penolong-penolong-Nya. Ungkapan ini merupakan penghormatan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman, karena tidak ada maqām (kedudukan) yang lebih tinggi daripada maqām penolong Allah, meskipun pada hakikatnya Allah tidak membutuhkan pertolongan kita.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto