اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid.
Dua ayat ini menjelaskan bahwa kenikmatan yang besar tersebut di atas seperti kemenangan atas musuh-musuh, petunjuk-petunjuk Tuhan, kemuliaan-kemuliaan, dan sebagainya adalah berkat amal kebajikan yang mereka lakukan, dan pengorbanan serta penderitaan mereka dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid. Jadi begitulah Allah memberikan pembalasan pahala dunia-akhirat atas orang-orang yang berbuat kebaikan untuk kemaslahatan sesama umat manusia.
Yang mendorong keduanya mengerjakan amal-amal kebajikan dan bersedia mengalami penderitaan adalah iman yang bersemi dalam dada mereka. Dari landasan iman yang kuat lahirlah perbuatan-perbuatan yang mulia, itulah sebabnya Allah menegaskan bahwa keduanya adalah hamba-hamba Allah yang beriman.
Al-Karb al-‘Aẓīm الْكَرْب الْعَظِيْم (aṣ-Ṣāffāt/37: 15)
Al-Karb berasal dari karuba-yakrubu-kurūban artinya “membalik tanah”. Al-Karb adalah “musibah dahsyat”. Dinamakan demikian karena musibah itu sangat menyedihkan sehingga membongkar hati. Al-Karb al-‘aẓīm artinya adalah musibah besar. Musibah yang dimaksud adalah yang menimpa Bani Israil, yaitu pembersihan etnis oleh Fir‘aun dan aparat-aparatnya. Tetapi Allah menyelamatkan mereka dari musibah itu.

















































