Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 16 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 446 •  Quarter Hizb 45.5 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?

Makna Surat As-Saffat Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad bahwa tulang-belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama terkubur dalam bumi, yang tidak ada bekasnya lagi, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka itu tidak dapat hidup kembali. Semua ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.

Isi Kandungan Kosakata

Ṭīn Lāzib طِيْنٍ لَازِبٍ (aṣ-Ṣāffāt/37: 11)

Aṭ-Ṭīn artinya tanah yang bercampur air, sedangkan al-lāzib artinya sesuatu yang menempel dengan yang lain. Pernyataan ini adalah satu fase dari fase-fase penciptaan Nabi Adam. Fase berikutnya adalah fase tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk(Hama' masnūn). Fase terakhir adalah fase “Tembikar”(ṣalṣāl kalfakhkhār). Setelah itu Allah menghembuskan roh kepadanya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto