Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 59 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 59 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 448 •  Quarter Hizb 45.5 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ

Illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).

kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”

Makna Surat As-Saffat Ayat 59
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Penghuni surga lainnya menjawab, “Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menjelaskan pernyataan penghuni surga itu bahwa mereka sangat puas terhadap nikmat dan kebahagiaan di surga. Mereka merasakan keadaan hidup dalam surga, tidak akan mengalami kematian lagi dan tidak pula akan menderita azab. Satu-satunya kematian yang mereka alami ialah kematian yang meninggalkan kehidupan dunia. Berbeda halnya dengan orang-orang kafir di dalam neraka. Meskipun mereka sudah mengalami kematian di dunia, namun mereka masih menginginkan kematian kedua kalinya untuk mengakhiri penderitaan yang bersangkutan di neraka Jahanam.

Adapun penghuni surga tidak pernah meragukan keabadian hidup di surga, karena keraguan itu menimbulkan kegelisahan dan kegelisahan adalah penderitaan. Penghuni surga menyatakan lagi dengan penuh kesungguhan bahwa segala kenikmatan yang mereka peroleh, kelezatan makanan dan minuman dan segala kepuasan rohaniah di surga itu adalah kemenangan yang besar. Untuk mencapai kemenangan yang besar menurut mereka, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah di dunia.

Isi Kandungan Kosakata

Qarīn قَرِيْن (aṣ-Ṣāffāt/37: 51)

Secara kebahasaan, qarīn yang terambil dari akar kata qarana berarti menemani, mengawani, mendampingi, dan sebagainya. Sebagian ulama mengartikannya dengan malak (malaikat) atau ṣādiq mulāzim (sobat setia). Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan perbincangan yang terjadi di antara beberapa penghuni akhirat, terkait pengalamannya di dunia. Sebagian mereka berkata, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai teman yang berkata, ‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan (hari Kiamat)?’” Dan ternyata, qarīn yang tidak mempercayai kebangkitan itu malah terjerumus ke dalam neraka jahanam. Melalui dialog ini, Allah ingin menegaskan pentingnya kepercayaan atas kepastian hari kebangkitan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto