فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
Fawākihu wa hum mukramūn(a).
(yaitu) buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan
yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.
Allah menceritakan kenikmatan yang diberikan kepada kaum yang taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka dengan penuh keikhlasan melakukan amal kebajikan, menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, bersih dari dosa selalu memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan mereka. Itulah hamba-hamba Allah yang ikhlas, yang akan mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ٤ ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ ٥ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ ٦ (التين)
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (at-Tīn/95: 4-6)
Dan firman Allah:
Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (al-‘Aṣr/103: 1-3)
Golongan hamba Allah yang ikhlas itu, tidak akan merasakan azab, tidak akan ditanya pada hari hisab, bahkan mereka mungkin diampuni kesalahannya jika ada kesalahan, dan diberi ganjaran pahala sepuluh kali lipat dari tiap amal saleh yang dikerjakannya atau lebih besar dari itu dengan kehendak Allah.
Kepada mereka inilah Allah memberikan rezeki yang telah ditentukan yakni buah-buahan yang beraneka ragam harum baunya dan rasanya amat lezat sehingga membangkitkan selera untuk menikmatinya. Mereka hidup mulia serta mendapat pelayanan dan penghormatan.
Dari ayat-ayat di atas, dapat dipahami bahwa makanan di surga itu disediakan untuk kenikmatan dan kesenangan.
1. Gaul غَوْلٌ (aṣ-Ṣāffāt/37: 47)
Gaul adalah sesuatu yang mengakibatkan kesusahan atau kemudaratan dan terjadi tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Kata ini juga dimaknai dengan pusing dan rasa sakit yang dirasakan oleh orang-orang sesudah minum khamar. Oleh karena itu, ayat ini menerangkan tentang sifat khamar yang diminum oang-orang di surga yang tidak mengakibatkan mereka pusing atau sakit kepala.
2. Baiḍ Maknūn بَيْضٌ مَكْنُوْنٌ (aṣ-Ṣāffāt/37: 49)
Baiḍ artinya telur, dan al-maknūn artinya tersembunyi. Baiḍ maknūn diartikan sebagai telur burung unta karena burung unta selalu menyembunyikan telurnya di lubang pasir dan kemudian ditutupi oleh bulu-bulu yang dihamparkannya. Oleh karena itu, telur-telur itu berwarna putih kekuning-kuningan. Kulit wanita yang paling bagus dalam pandangan masyarakat Arab adalah kulit yang berwarna seperti ini. Perempuan-perempuan yang akan menjadi istri bagi penghuni surga mempunyai kulit yang berwarna seperti ini.














































