وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
Wa laqad manannā ‘alā mūsā wa hārūn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.
Allah menjelaskan bahwa Dia telah menganugerahkan kepada Musa dan Harun kenikmatan yang besar yakni kenabian dan kerasulan. Mereka juga diberi kepercayaan untuk memikul tugas yang mulia yaitu memimpin Bani Israil dan membebaskan mereka dari perbudakan Fir‘aun dan membawa kembali ke negeri asal mereka. Tugas ini sangat berat. Jika bukan karena pertolongan Allah, tentu mereka mengalami kebinasaan.
Kisah Musa paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Sebagai seorang rasul, dia mempunyai banyak persamaan dengan Nabi Muhammad sebagai-mana diterangkan Allah dalam Surah al-Muzzammil/73 ayat 15.
Al-Karb al-‘Aẓīm الْكَرْب الْعَظِيْم (aṣ-Ṣāffāt/37: 15)
Al-Karb berasal dari karuba-yakrubu-kurūban artinya “membalik tanah”. Al-Karb adalah “musibah dahsyat”. Dinamakan demikian karena musibah itu sangat menyedihkan sehingga membongkar hati. Al-Karb al-‘aẓīm artinya adalah musibah besar. Musibah yang dimaksud adalah yang menimpa Bani Israil, yaitu pembersihan etnis oleh Fir‘aun dan aparat-aparatnya. Tetapi Allah menyelamatkan mereka dari musibah itu.
















































