Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 146 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 146 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 451 •  Quarter Hizb 46 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ

Wa ambatnā ‘alaihi syajaratam miy yaqṭīn(in).

Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya.

Makna Surat As-Saffat Ayat 146
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah satu, atau tiga, atau beberapa hari, menurut beberapa pendapat, Nabi Yunus berada di dalam perut ikan besar itu, Allah memerintahkan ikan tersebut memuntahkannya ke suatu daerah tandus tidak ditumbuhi tanaman apa pun. Karena beberapa saat berada di dalam perut ikan, kondisi Nabi Yunus lemah sekali. Untuk menyelamatkannya dari terpaan panas matahari, Allah menumbuhkan pohon yaqṭīn (sejenis labu) di sampingnya. Daun pohon itu melindunginya dan buahnya jadi makanannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Mudḥaḍīn اَلْـمُدْحَضِي ْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 141)

Kata dasarnya daḥaḍa-yadḥaḍu-daḥ ḍan artinya “batil”, “salah”. Adḥaḍa artinya “menyatakan seseorang salah”. Al-Mudḥaḍ adalah ism al-maf‘ūl yang berarti “orang yang dinyatakan salah/kalah” dalam undian. Yang dimaksud adalah Nabi Yunus. Ia dinyatakan kalah, dan karena itu harus keluar dari kapal, mencebur ke laut, supaya kapal tidak tenggelam.

2. Al-Ḥūt اَلْحُوْتُ (aṣ-Ṣāffāt/37: 142)

Ḥūt adalah jamak ḥītan berarti ikan secara umum, kecil atau besar, tetapi ada yang membatasi hanya pada ikan besar. Selain pada ayat di atas, kata “ḥūt” terdapat juga pada Surah al-Kahf/18: 61 dan 63, al-Qalam/68: 48, dan kata jamak “ḥītan” pada al-A'rāf/7: 163. Ada pula yang mengartikan kata “an-nun” juga ikan (al-Anbiyā'/21: 87). Tetapi dalam pembahasan ini kita batasi pada pengertian kata “ḥūt” aṣ-Ṣāffāt/37: 142 yang berhubungan dengan Nabi Yunus. (Lihat juga Kosakata “Nabi Yunus”).

3. Al-‘Arā' اَلْعَرَاءِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 145)

Kata ‘arā' berasal dari kata dasar ‘arīy yang secara umum dapat berarti telanjang, terbuka dari segala yang tertutup. Dalam pengertian ayat di atas dikiaskan pada alam yang terbuka, telanjang, tanah yang tandus, tanpa ada tanaman yang tumbuh. Yunus terlempar dari perut ikan ke alam terbuka, tandus, dan terasa asing sekali baginya; akibatnya ia jadi sakit (saqīm). Mungkin karena terasa sangat tiba-tiba. Sebagian mufasir mengatakan sakit dalam arti batin, sedih, dan stres. (lihat kosakata “Nabi Yunus”).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto