فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
Fahum ‘alā āṡārihim yuhra‘ūn(a).
Mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa berpikir dan merenung untuk mencari tahu kebenarannya.
Pada ayat ini Allah menerangkan sebab orang-orang kafir itu terjerumus ke dalam penderitaan azab yang sangat berat. Yaitu bahwa mereka sesudah mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad saw, benar-benar mengetahui dan menyadari kesesatan nenek moyang mereka tanpa mengindahkan peringatan Rasulullah saw. Mereka terlalu terburu-buru dan fanatik mengikuti nenek moyang sehingga pikiran yang sehat dikesampingkan, seolah-olah mereka tidak sempat merenungkan peringatan-peringatan Rasul.
Kelakuan demikian itu sangat tercela karena tidak saja merugikan bagi pelakunya tetapi juga generasi-generasi yang hidup berikutnya. Kemunduran dan kehancuran akan menimpa umat, bilamana daya berpikir dan berprakarsa tidak berkembang pada mereka. Kebahagiaan akan dapat dicapai bilamana umat itu terus-menerus mengembangkan daya berpikir mereka dengan pengamatan dan penelitian kehidupan spiritual dan material.
1. Syajarah az-Zaqqūm شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 62)
Syajarah az-zaqqūm terdiri dari dua kata, syajarah yang berarti pohon dan az-zaqqūm yang berarti jenis pohon yang tumbuh di neraka. Dijelaskan oleh Allah pada ayat di atas, pohon az-zaqqūm adalah makanan bagi para penghuni neraka sekaligus sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. (ayat 63). Pohon ini tumbuh dari dasar neraka jahim. (ayat 64).
2. Ru'ūs asy-Syayāṭīn رُءُوْسُ الشَّيَاطِيْنِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 65)
Ru'ūs asy-syayāṭīn terdiri dari dua kata: ru'ūs dan syayāṭīn. Ru'ūs merupakan bentuk jamak (plural) dari ra's, yang berarti kepala. Sedang syayāṭīn merupakan bentuk jamak dari syaiṭān, yang berarti setan. Dengan demikian, ru'ūs asy-syayāṭīn bermakna kepala-kepala setan. Ayat ini masih terkait dengan ayat sebelumnya (ayat 62) yang menjelaskan tentang syajarah az-zaqqūm. Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih jauh bahwa syajarah az-zaqqūm yang tumbuh dari dasar neraka jahim itu mayangnya laksana kepala setan. Tidak ada yang tahu secara persis, apa yang dimaksud oleh Allah dalam ayat ini, tetapi tampaknya untuk memberikan kesan yang lebih mengerikan.
3. Yuhra‘ūn يُهْرَعُوْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 70)
Secara kebahasaan, yuhra‘ūn yang berakar dari kata hara‘ā bermakna tergesa-gesa, terburu-buru, dan sebagainya. Pada ayat di atas, Allah men-jelaskan orang-orang terdahulu yang mengikuti kesesatan leluhur mereka, leluhur yang tidak mau menerima kebenaran. Ketika, karena kesesatannya, leluhur mereka itu terjerumus ke dalam neraka jahim, mereka juga harus cepat-cepat mengikuti leluhur mereka masuk ke neraka jahim. Itulah buah mengikuti kesesatan.
















































