Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 24 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 368 •  Quarter Hizb 37.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ

Qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin.”

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Musa menjawab dengan tiga jawaban, “Pertama, Tuhan yang mengutusku adalah Tuhan pencipta, pengurus, pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya seperti benda-benda langit dan lainnya. Hal berbeda dengan dirimu yang hanya meguasai negeri Mesir dengan kekuatanmu. Aku katakan hal ini kepadamu dengan sebenar-benarnya, jika kamu mempercayai-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas pertanyaan Fir‘aun tentang Tuhan yang diakui Musa itu sebagai Tuhan yang mengutusnya. Untuk memudahkan pengertian Fir‘aun tentang yang ditanyakan itu, maka Musa menjelaskan sebagian sifat-sifat yang menunjukkan kekuasaan Tuhan seru sekalian alam, sesuai dengan maksud pertanyaan Fir‘aun. Musa mengatakan bahwa Tuhan yang mengutusnya adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dengan sebaik-baiknya. Tuhan yang menjadikan matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan di langit, sungai-sungai, lautan, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan di bumi, angin, hawa, dan lain-lain yang ada di antara langit dan bumi. Kalau memang Fir‘aun dan kaumnya adalah orang-orang yang berkepala dingin, berpikiran sehat, dan memiliki hati yang terbuka, maka dengan jawaban Musa itu, tentu ia akan percaya dan meyakini keesaan Allah yang mengutus Musa.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Masjūnīn الْمَسْجُوْنِي ْنَ (asy-Syu’arā’/26: 29)

Al-Masjūnīn berasal dari akar kata sajana (memenjarakan), masjūn (yang dipenjarakan), dan jamaknya masjūnīn yang berarti mereka yang dipenjarakan. Kata-kata ini merupakan ancaman Fir‘aun kepada Musa dengan penjara karena ia menyeru semua manusia, termasuk Fir‘aun, untuk mengakui bahwa hanya Allah Tuhan yang Mahakuasa atas semesta alam ini. Oleh karenanya, Fir‘aun menganggap Musa orang gila dan sebagai pengkhianat. Akan tetapi, Nabi Musa menjawab dengan tenang bahwa dia bukan pengkhianat dan bukan pula orang gila seperti yang dituduhkan Fir‘aun kepadanya. Kalau perlu ia akan menunjukkan suatu mukjizat kepada Fir‘aun dan para pengikutnya agar ia percaya dan menerima bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto