Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 21 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 21 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 485 •  Quarter Hizb 49.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

اَمْ لَهُمْ شُرَكٰۤؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْۢ بِهِ اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Am lahum syurakā'u syara‘ū lahum minad-dīni mā lam ya'żam bihillāh(u), wa lau lā kalimatul-faṣli laquḍiya bainahum, wa innaẓ-ẓālimīna lahum ‘ażābun alīm(un).

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang menetapkan bagi mereka aturan agama yang tidak diizinkan (diridai) oleh Allah? Seandainya tidak ada ketetapan yang pasti (tentang penundaan hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Sesungguhnya orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 21
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apakah mereka yang melakukan usaha untuk kepentingan dunia semata dan melupakan akhiratnya mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka, sehingga mereka mengikuti apa yang mereka anggap telah ditetapkan sesembahan itu yang sesungguhnya tidak di izinkan atau di ridai Allah?Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang pasti dari Allah yang menunda datangnya hukuman itu akibat perbuatan syirik, maksiat, dan keingkaran mereka terhadap hari Kiamat itu, tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim, yaitu orang-orang kafir itu akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik tidak mengikuti agama Islam yang disyariatkan Allah, tetapi mengikuti apa yang digariskan oleh setan-setan mereka, baik yang berupa jin maupun manusia. Mereka mengharamkan sesuatu menurut nafsu mereka seperti mengharamkan unta yang terpotong telinganya, dan menghalalkan bangkai, darah, judi, dan lain-lain. Begitu pula hal-hal yang menunjukkan kesesatan mereka yang telah dilakukan pada zaman jahiliyah. Sekalipun demikian mereka masih diberi kesempatan untuk bertobat, karena Allah telah menggariskan suatu ketentuan, yaitu penangguhan azab bagi mereka sampai hari Kiamat. Kalau tidak, niscaya mereka itu sudah dibinasakan, sebagaimana firman Allah:

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ ٤٦

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (al-Qamar/54: 46)

Mereka itu telah berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri karena telah mengada-adakan hal-hal yang tidak disyariatkan Allah. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka, suatu tempat yang penuh siksa yang pedih dan seburuk-buruk tempat kembali.

Isi Kandungan Kosakata

. Laṭīf لَطِيْفٌ (asy-Syūrā/42: 19)

Secara kebahasaan, laṭīf yang berakar dari kata laṭafa berarti lemah lembut, halus, atau ramah. Dalam Surah asy-Syūrā ayat 19 di atas, laṭīf disebut sebagai sifat Allah swt, yaitu bahwa Allah swt adalah zat yang Maha Lemah-lembut, Maharamah, dan atau Mahahalus.

2. Rauḍātul-jannāt رَوْضَاتُ الجَنّات (asy-Syūrā/42: 22)

Kalimat rauḍātul-jannāt dalam Surah asy-Syūrā ayat 22 di atas terdiri dari dua kata, rauḍāt yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata rauḍah dan jannāt yang merupakan bentuk jamak dari jannah. Rauḍah sendiri bermakna taman dan jannah bermakna surga. Dengan demikian, rauḍātul jannāt bermakna taman-taman surga. Dalam konteks ayat di atas, rauḍātul-jannāt dimaksudkan sebagai imbalan atau balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Di dalamnya mereka akan memperoleh apa-apa yang mereka kehendaki. Itulah karunia yang teramat besar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto