Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 26 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 26 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 486 •  Quarter Hizb 49.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَيَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ

Wa yastajībul-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa yazīduhum min faḍlih(ī), wal-kāfirūna lahum ‘ażābun syadīd(un).

memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang kafir akan mendapat azab yang sangat keras.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 26
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan di samping itu, kemurahan Allah yang lain bahwa Dia pula memperkenankan doa dan permohonan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan yang di perintahkan Allah sebagai perwujudan imannya serta menambah pahala, kebaikan, dan ganjaran-Nya kepada mereka dari karunia-Nya lebih besar dari apa yang mereka kerjakan. Orang-orang yang ingkar, yang melanggar apa yang di perintahkan dan mengerjakan apa yang di larang akan mendapat azab yang sangat keras di hari akhirat kelak sebagai balasan atas ke ingkaran mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia senantiasa memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan menambah bagi mereka pahala dan karunia, sebagaimana firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (Gāfir/40: 60)

Allah berfirman:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. (al-Baqarah/2: 186)

Sebaliknya bagi orang-orang kafir, di hari Kiamat nanti mereka akan merasakan azab yang sangat pedih.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yaqtarif يَقْتَرِفْ (asy-Syūrā/42: 23)

Secara kebahasaan, yaqtarif yang berakar dari fi‘il māḍī iqtaraf, berarti berbuat, mengerjakan, atau melakukan. Dalam konteks ayat di atas, Allah swt menjelaskan bahwa orang yang berbuat, mengerjakan atau melakukan kebaikan niscaya Allah swt akan menambah kebaikannya lebih banyak lagi. Itulah karunia Allah swt yang hanya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang mengerjakan kebaikan.

2. Iftarā اِفْتَرَى (asy-Syūrā/42: 24)

Secara kebahasaan, iftarā bermakna mengada-ada atau membuat-buat sesuatu. Dalam konteks ayat di atas, Allah swt menerangkan ada sebagian orang yang menuduh Nabi Muhammad saw telah melakukan kedustaan pada-Nya. Namun atas kuasa-Nya, yang benar akan ditampakkan dan yang batil juga akan ditampakkan. Allah swt akan menghapus yang batil itu melalui kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur’an). Sesungguhnya Allah swt Maha Mengetahui segala isi hati manusia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto