Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 17 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 557 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

اِنْ تُقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌۙ

In tuqriḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā‘ifhu lakum wa yagfir lakum, wallāhu syakūrun ḥalīm(un).

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,720) niscaya Dia akan melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampunimu. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang yang berinfak atau bersedekah itu beruntung karena pada hakikatnya dia meminjamkan hartanya kepada Allah. Allah berfirman, “Jika kamu meminjamkan harta kamu kepada Allah dengan pinjaman yang baik, yakni berinfak dengan harta halal dengan ikhlas, niscaya Dia melipatgandakan balasan infak tersebut untuk kamu di dunia dan akhirat; dan mengampuni dosa dan kesalahan kamu. Dan Allah Maha Menerima syukur hamba-hamba-Nya yang beriman, Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang menyantuni makhluk-makhluk Allah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa orang yang meminjamkan kepada-Nya dengan pinjaman yang baik sewaktu di dunia yakni membelanjakan harta-bendanya di jalan yang diridai-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan ikhlas dan hati yang lega, akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus pahala. Bahkan akan dilipatgandakan lebih dari itu, sesuai dengan keikhlasannya yang mantap di dalam hati, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً

Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. (al-Baqarah/2: 245)

Selain daripada itu, dosanya pun akan diampuni Allah. Dia Maha Pembalas jasa, melipatgandakan pahala bagi orang yang taat kepada-Nya, lagi Maha Penyantun. Allah tidak menyegerakan azab kepada orang yang berdosa, meskipun dosa dan kesalahannya bertumpuk.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Aduwwan Lakum عَدُوًّا لَكُمْ (at-Tagābun/64: 14)

Kata ‘aduwwan lakum terdiri dari dua kata, yaitu kata ‘aduww dan lakum. Kata ‘aduww berarti musuh atau lawan, jamaknya adalah a‘dā' dari fi‘il ‘adā-ya‘dū-‘adwan wa ‘adawānan wa ‘udwānan, yang berarti memusuhi, membenci, dan berbuat zalim.

Kata ‘aduwwan lakum pada ayat 14 Surah at-Tagābun berarti musuh bagi kamu, maksudnya sebagian para istri dan anak-anak bagaikan musuh, karena kadang-kadang mereka dapat memalingkan para suami atau para ayah dari tuntunan agama, atau menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuan, sehingga akhirnya suami atau ayah itu melakukan pelanggaran.

Kata ‘aduww disebut 35 kali dalam Al-Qur’an, antara lain dalam Surah at-Tagābun ayat 14 dan semuanya berarti musuh.

2. Syuḥḥa Nafsihi شُحَّ نَفْسِهِ (at-Tagābun/64: 16)

Kata syuḥḥa nafsihi terdiri dari dua kata yaitu syuḥḥa dan nafsihi. Kata syuḥḥa adalah maṣdar (kata asal) dari fi‘il (kata kerja) syaḥḥa-yasyuḥḥu/yasy aḥḥu/yasyiḥḥu-syuḥ ḥan wa syaḥḥan wa syiḥḥan, yang berarti kikir, tamak, rakus, atau loba. Sedangkan kata nafsihi berarti jiwanya, rohnya, jasadnya, badannya, tubuhnya, dirinya, dan hatinya.

Dalam ayat 16 Surah at-Tagābun, kata syuḥḥa nafsihi berarti kikir hatinya atau jiwanya, yaitu tamak atau serakah terhadap harta benda. Kata asy-syuḥḥa disebutkan tiga kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah an-Nisā’/4: 128, al-Ḥasyr/59: 9 dan at-Tagābun/64: 16. Semua kata asy-syuḥḥa tersebut berarti kikir.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto