Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat At-taḥrīm (Pengharaman)
التّحريم
Ayat 1 / 12 •  Surat 66 / 114 •  Halaman 560 •  Quarter Hizb 56.75 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكَۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَاتَ اَزْوَاجِكَۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Yā ayyuhan-nabiyyu lima tuḥarrimu mā aḥallallāhu lak(a), tabtagī marḍāta azwājik(a), wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Wahai Nabi (Muhammad), mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau bermaksud menyenangkan hati istri-istrimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.721)

Makna Surat At-tahrim Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah pada surah sebelumnya Allah menyapa Nabi tentang hukum dan etika menceraikan istri, pada awal surah ini Allah menyapa, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu dengan bersumpah tidak akan pernah minum madu setelah minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, salah seorang istrimu, dan tidak akan pernah melakukan hubungan suami istri dengan Mariyah al-Qibtiyyah, setelah berhubungan di rumah Hafsah? hanya karena Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu, terutama Hafsah dan Aisyah?” Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertobat, termasuk dua istri Nabi, yaitu Hafsah dan Aisyah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menegur Nabi saw karena bersumpah tidak akan meminum madu lagi, padahal madu itu adalah minuman yang halal. Sebabnya hanyalah karena menghendaki kesenangan hati istri-istrinya.

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah Maha Pengampun atas dosa hamba-Nya yang bertobat, dan Dia telah mengampuni kesalahan Nabi saw yang telah bersumpah tidak mau lagi minum madu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Lima Tuḥarrimu لِمَ تُحَـرِّمُ (at-Taḥrīm/66: 1)

Secara kebahasaan kata lima tuḥarrimu terdiri dari dua suku kata, yaitu kata lima yang merupakan kata tanya yang berarti mengapa, dan kata tuḥarrimu yang berarti engkau mengharamkan. Dalam konteks ayat ini, kata lima tuḥarrimu bermakna sebuah pertanyaan Allah kepada nabi-Nya, “Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu?”

2. Taḥillah Aimānikum تَحِلَّةَ اَيْمَانِكُمْ (at-Taḥrīm/66: 2)

Secara kebahasaan kata taḥillah aimānikum terdiri dari dua suku kata, yaitu kata taḥillah yang berarti sesuatu sebagai penebus sumpah, dan kata aimānikum yang berarti sumpah-sumpah kalian. Dengan demikian, dalam konteks ayat ini kata taḥillah aimānikum bermakna bahwa Allah telah mewajibkan kepada kalian membebaskan diri dari sumpah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto