Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 49 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 195 •  Quarter Hizb 20.25 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ ائْذَنْ لِّيْ وَلَا تَفْتِنِّيْۗ اَلَا فِى الْفِتْنَةِ سَقَطُوْاۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَ

Wa minhum may yaqūlu'żal lī wa lā taftinnī, alā fil-fitnati saqaṭū, wa inna jahannama lamuḥīṭatum bil-kāfirīn(a).

Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.

Makna Surat At-Taubah Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat ini membeberkan sifat orang munafik yang lain, yakni berpura-pura. Dan di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin untuk tidak pergi berperang karena ada uzur pada diriku, dan janganlah engkau, wahai Muhammad, menjadikan aku terjerumus ke dalam kesulitan terutama terhadap anak istriku jika tetap pergi ke medan perang.” Lalu Allah menegaskan kalau mereka sebenarnya berpura-pura. Ketahuilah, wahai Nabi Muhammad, bahwa sungguh dengan sikap kepurapuraannya itu, sesungguhnya mereka telah terjerumus ke dalam kemunafikan dan kekufuran. Dan sungguh tempat mereka kelak di Jahanam, dan Jahanam akan selalu meliputi orang-orang yang kafir.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sabab Nuzul: Diriwayatkan oleh al-Wāhidi dalam kitabnya Asbāb an-Nuzūl bahwa Rasulullah berkata kepada Jad bin Qais, salah seorang pembesar orang munafik, “Wahai Jad, apakah kamu mempunyai kemampuan untuk menghadapi Bani Aṣfar (orang-orang Romawi)?” Jad menjawab, “Sebaiknya Rasulullah mengizinkan saya tinggal (di Medinah) dan tidak ikut berperang, karena saya sebagaimana diketahui oleh kaumku mudah tergoda oleh wanita. Saya khawatir kalau saya melihat wanita-wanita mereka, lalu tertarik dan tidak dapat menahan gejolak nafsuku, sehingga akhirnya terjerumuslah saya ke dalam fitnah.” Dengan perasaan berat Rasulullah memalingkan mukanya dan berkata, “Saya izinkan kamu tinggal,” maka turunlah ayat ini.

Ayat ini menerangkan bahwa di antara orang-orang munafik yang tidak malu membuat-buat alasan meminta kepada Rasulullah, agar mereka tidak ikut berperang dan diizinkan tinggal di Medinah. Mereka seakan-akan lupa bahwa berbagai alasan yang dibuat-buat dan mereka perlihatkan itu diketahui oleh Allah, dan Allah akan membuka rahasia yang disembunyikan di dalam hati mereka. Mereka tidak sadar bahwa alasan palsu yang dikemukakan dan tipu daya itu menjerumuskan dirinya ke lembah bencana dan dosa yang besar. Tindak-tanduk mereka menunjukkan kelemahan iman mereka dan menampakkan kemunafikannya. Mereka akan dijerumuskan ke dalam neraka, karena dosa yang telah mereka lakukan, yaitu ingkar kepada Allah, membantah ayat-ayat-Nya dan mendustakan rasul-rasul-Nya. Firman Allah:

بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْۤـَٔتُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٨١

Bukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 81)

Isi Kandungan Kosakata

Fariḥūn فَرِحُوْن (at-Taubah/9: 50)

Kata fariḥūn adalah ṣifah musyabbah bi isim fa’il dari fariḥa – yafraḥu – faraḥan, yang berarti orang-orang yang bergembira atau senang. Perasaan gembira atau senang biasanya timbul karena mendapatkan sesuatu yang diinginkan, sehingga terlihat kecerahan dan kegairahan di wajah dan pembicaraannya. Rasa gembira dan senang timbul disebabkan antara lain karena mendapatkan nikmat dan terhindar dari bahaya, atau karena memperoleh kemenangan dalam peperangan, atau karena melihat orang yang dibencinya mendapat kecelakaan seperti disebutkan dalam surah at-Taubah/9: 50, bahwa orang-orang munafik gembira bila Rasulullah ditimpa bencana walau kecil seperti ketika terjadi Perang Uhud, tetapi mereka tidak senang bila Rasulullah menang dalam peperangan, atau mendapat suatu kebaikan, karena adanya kedengkian dalam jiwa orang-orang munafik tersebut.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto