Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 48 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 48 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 195 •  Quarter Hizb 20.25 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوْا لَكَ الْاُمُوْرَ حَتّٰى جَاۤءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ اَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ كٰرِهُوْنَ

Laqadibtagawul-fitnata min qablu wa qallabū lakal-umūra ḥattā jā'al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhi wa hum kārihūn(a).

Sungguh, sebelum itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak menyukainya.

Makna Surat At-Taubah Ayat 48
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bukan hanya saat itu, sungguh, sebelum itu mereka, kaum munafik, memang sudah berusaha membuat kekacauan, melemahkan mental kaum muslim dan bahkan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu dengan memutarbalikkan persoalan dan memutar otak untuk memadamkan api Islam, hingga datanglah kebenaran, pertolongan Allah, dan menanglah urusan, yakni agama, Allah, padahal dengan kenyataan itu mereka tidak menyukainya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa usaha mengacaukan barisan yang dilakukan orang-orang munafik itu sudah berlangsung sejak Perang Uhud. Dalam Perang Uhud pemimpin orang-orang munafik, yaitu ‘Abdullāh bin Ubay, telah membujuk sepertiga pasukan kaum Muslimin di tengah perjalanan menuju Uhud, di tempat yang bernama Syauṭ antara Medinah dan Uhud untuk menarik diri dari perang. Menurut Ibn Ubay, hanya orang yang bodoh dan tidak waras yang mau ikut berperang dan tewas dengan sia-sia. Lalu ia kembali ke Medinah beserta orang-orang munafik yang dipengaruhinya. Adapun dua golongan, yaitu Banu Salamah dan Banu Hariṡah yang hampir terpengaruh dan terpancing oleh propaganda yang disebarkan ‘Abdullāh bin Ubay, masih dilindungi Allah swt, sehingga mereka tidak terpengaruh dan selamat dari fitnah tersebut. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah:

اِذْ هَمَّتْ طَّۤاىِٕفَتٰنِ مِنْكُمْ اَنْ تَفْشَلَاۙ

Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut. (Āli-’Imrān/3: 122)

Bagaimanapun gigihnya usaha orang-orang munafik melumpuhkan perjuangan Rasulullah saw dan pengikut-pengikutnya, namun akhirnya kebenaran jugalah yang menjadi kenyataan. Janji Allah swt datang tepat pada waktunya dan agama Allah mendapat kemenangan, menjulang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi daripadanya. Negeri Mekah dapat dibebaskan, orang-orang berbondong-bondong masuk Islam, sekalipun semuanya itu tidak disenangi oleh musuh-musuh Allah. Firman Allah swt:

يُرِيْدُوْن َ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِم ْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ ٣٢

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai. (at-Taubah/9: 32)

Isi Kandungan Kosakata

Khabālan خَبَالاً (at-Taubah/9: 47)

Kata khabālan diambil dari khabala – yakhbulu – khablan wa khabālan, yang berarti kerusakan. Pada mulanya kerusakan pada anggota badan. Ungkapan khubilat yaduhu artinya tangannya terpotong dan rusak. Kemudian dipakai untuk hal-hal yang maknawi. Ayat 47 at-Taubah/9 menyebutkan bahwa jika orang munafik keluar bersama kaum Muslimin untuk berjihad, atau jumlah mereka sedikit, niscaya mereka akan berbuat kerusakan. Mereka itu pasti akan masuk ke celah-celah kaum Muslimin untuk mengetahui rahasia serta kekuatan dan kelemahan, lalu menghembuskan isu-isu negatif, untuk mengacaukan yang menimbulkan kerusakan di antara kaum Muslimin.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto