Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 44 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 44 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 525 •  Quarter Hizb 53.25 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَاِنْ يَّرَوْا كِسْفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ سَاقِطًا يَّقُوْلُوْا سَحَابٌ مَّرْكُوْمٌ

Wa iy yarau kisfam minas-samā'i sāqiṭay yaqūlū saḥābum markūm(un).

Jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk (yang akan menurunkan hujan).”

Makna Surat At-Tur Ayat 44
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat-ayat berikut menerangkan keingkaran dan sikap kaum musyrik yang melampaui batas. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala sendiri gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit ke bumi, mereka akan memandang remeh dan berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk sehingga membentuk butir-butir hujan yang tidak membahayakan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini digambarkan bahwa orang-orang musyrik itu adalah kaum yang berwatak sombong dan keras kepala. Walaupun kepada mereka diperlihatkan tanda-tanda azab yang akan menimpa mereka dengan datangnya sekumpulan awan yang akan membawa bencana bagi mereka. Tetapi mereka menganggap ringan dan hanya memandang sebagai gumpalan awan yang sedang bermain-main dan saling bertumpuk. Hal ini disebabkan hati mereka sudah tertutup dan bersikap menyepelekan persoalan penting telah membutakan pandangan mereka. Mereka tetap mengingkari apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Dalam ayat yang lain yang sama artinya, Allah berfirman:

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِّنَ السَّمَاۤءِ فَظَلُّوْا فِيْهِ يَعْرُجُوْنَۙ ١٤ لَقَالُوْٓا اِنَّمَا سُكِّرَتْ اَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُوْرُوْن َ ࣖ ١٥

Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesung-guhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.” (al-Ḥijr/15: 14-15)

Isi Kandungan Kosakata

Saḥābun-Markūm سَحَابٌ مَرْكُوْمٌ (aṭ-Ṭur/52: 44).

Ungkapan saḥābun-markūm terdiri dari dua kata, saḥāb dan markūm. Yang pertama mauṣuf (yang disifati), dan yang kedua, markūm, adalah sifat yang artinya “terhimpun” atau bertumpuk. Saḥābun-markūm berarti “awan yang terhimpun dan menumpuk.” Orang kafir, kalau mereka melihat hujan deras turun dari langit, hanya berkomentar: itu merupakan bagian dari awan yang lebat di langit. Kejadian itu tidak membuat mereka surut dari kekafiran. Ini menggambarkan betapa keras keingkaran mereka, meskipun kejadian berupa turunnya air hujan dari langit bukankah sekadar kejadian alami semata, tetapi terjadi karena kekuasaan Allah swt.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto