يَوْمَ لَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۗ
Yauma lā yugnī ‘anhum kaiduhum syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).
(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.
Balasan itu datang pada hari ketika tipu daya yang mereka upayakan tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan pada hari itu mereka juga tidak akan diberi pertolongan.
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa pada hari itu tidaklah berguna bagi mereka tipu daya yang telah mereka atur terhadap Muhammad saw untuk membangkitkan api permusuhan kepadanya. Dan mereka tidak akan mendapat bantuan atau pertolongan yang dapat menghalangi azab Allah yang menimpa mereka.
Saḥābun-Markūm سَحَابٌ مَرْكُوْمٌ (aṭ-Ṭur/52: 44).
Ungkapan saḥābun-markūm terdiri dari dua kata, saḥāb dan markūm. Yang pertama mauṣuf (yang disifati), dan yang kedua, markūm, adalah sifat yang artinya “terhimpun” atau bertumpuk. Saḥābun-markūm berarti “awan yang terhimpun dan menumpuk.” Orang kafir, kalau mereka melihat hujan deras turun dari langit, hanya berkomentar: itu merupakan bagian dari awan yang lebat di langit. Kejadian itu tidak membuat mereka surut dari kekafiran. Ini menggambarkan betapa keras keingkaran mereka, meskipun kejadian berupa turunnya air hujan dari langit bukankah sekadar kejadian alami semata, tetapi terjadi karena kekuasaan Allah swt.














































