Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 34 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 34 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 525 •  Quarter Hizb 53.25 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ

Falya'tū biḥadīṡim miṡlihī in kānū ṣādiqīn(a).

Cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang benar.

Makna Surat At-Tur Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bila orang-orang kafir itu bersikukuh dengan tuduhannya tentang Al-Qur’an, maka cobalah mereka, baik secara sendiri maupun berkelompok, membuat karya yang semisal dengannya, jika mereka memang merupakan orang-orang yang benar dalam tuduhan dan penilaiannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian dalam ayat ini, Allah menjawab berbagi tuduhan mereka terhadap Nabi Muhammad saw dengan tantangan untuk mencoba membuat seperti apa yang telah disampikan oleh Nabi. Kalau Muhammad saw itu dituduh penyair, maka di tengah-tengah mereka itu banyak penyair yang fasih. Kalau Nabi dituduh tukang tenung, bukankah di tengah-tengah mereka juga banyak tukang tenung yang ahli. Atau kalau ia dituduh mengada-adakan, bukankah di tengah-tengah mereka itu juga banyak ahli pidato, lancar berbicara dengan keindahan tutur katanya, dan sebagainya. Maka mengapakah mereka, tidak sanggup membuat suatu ungkapan seperti Al-Qur’an bila mereka memang orang-orang yang benar dalam tuduhan mereka. Bahkan mereka mempunyai tokoh-tokoh ahli yang punya kemampuan besar dalam berpidato, bersyair, dan telah banyak pengalaman menyusun kalimat dengan menggunakan gaya bahasa puisi atau prosa. Mereka mengetahui benar sejarah bangsa Arab lebih dari pengetahuan Muhammad saw? Walaupun demikian, nyatanya mereka masih tidak mampu membuat suatu surah pun seperti Al-Qur’an, meskipun mereka semua bekerja sama secara kelompok.

Isi Kandungan Kosakata

1. Raibal-Manūn رَيْبَ الْمَنُوْن (aṭ-Ṭūr/52: 30).

Raibal-manūn dalam Al-Qur’an disebut hanya sekali, dalam ayat ini, terdiri dari dua kata: raib dan al-manūn. Maksudnya paling kurang terdapat dua macam maksud. Pertama, menurut Ibnu ‘Abbās, maksudnya adalah kematian. Kedua, menurut Mujāhid, maksudnya kejadian-kejadian atau segala musibah yang terjadi di sepanjang masa. Al-manūn menurut Abu Su‘aib artinya masa (ad-dahr). Jadi, raibal-manūn artinya semacam kecelakaan atau musibah yang diharapkan bisa menimpa Nabi Muhammad saw sewaktu-waktu sepanjang hidupnya. Kecelakaan itulah yang ditunggu-tunggu para musuh Nabi yang menuduh beliau sebagai penyair gila, padahal beliau seorang Rasulullah.

2. Taqawwalah تَقَوَّلَهُ (aṭ-Ṭūr/52: 33).

Taqawwalah kata dasarnya qala-yaqūlu-qawl(an), artinya “berkata” atau “perkataan.” Dari ṡulaṡi mujarrad qawala diubah menjadi taqawwala dengan wazan (timbangan) tafa‘‘ala, sehingga taqawwala artinya “berkata dengan dibuat-buat dan perkataan itu mengandung kebohongan.” ”Perkataan” atau “berkata” yang mengandung kebohongan disebut dan diistilahkan “taqawwala.” Orang kafir beranggapan bahwa Al-Qur’an yang disampaikan Nabi Muhammad tak lebih hanya sebagai at-taqawwul (untaian kata yang dibuat-buat dan mengandung kebohongan). Hal tersebut mereka katakan semata-mata karena mereka tidak beriman pada apa yang disampaikan Nabi Muhammad saw. Anggapan mereka bahwa Al-Qur’an sebagai al-taqawwul tidaklah benar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto