Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 35 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 35 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 525 •  Quarter Hizb 53.25 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَۗ

Am khuliqū min gairi syai'in am humul-khāliqūn(a).

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?

Makna Surat At-Tur Ayat 35
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai memberi bantahan atas tuduhan orang-orang musyrik, Allah lalu memberi bantahan atas keyakinan mereka. Allah berfirman, “Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul yang jelas, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri sehingga tidak mau mengakui Allah sebagai Pencipta?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menegaskan apakah orang-orang kafir itu mengingkari Allah sebagai Pencipta yang menjadikan semesta alam ini, atau mereka menganggap bahwa mereka itu diciptakan sebagus itu tanpa adanya pencipta. Namun, akal menetapkan bahwa setiap yang ada berasal dari tiada. Ini menunjukkan suatu bukti bahwa ada sesuatu yang mengadakannya pasti ada yang menciptakannya.

Ataukah mereka menganggap bahwa diri mereka sendiri yang menciptakan mereka. Anggapan mereka seperti ini tentulah bertentangan dengan akal yang sehat, sebab setiap sesuatu itu harus ada yang menyebabkan adanya dan yang mengadakannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Muṣaiṭirūn اَلْمُصَيْطِرُ وْنَ (aṭ-Ṭūr/52: 37)

Al-Muṣaiṭirūn artinya “yang berkuasa.” Pada ayat ini bisa dibaca dengan “sīn” al-Musaiṭirūn (الْمُسَيْطِرُ ْنَ) dan bisa dibaca dengan “ṣād”: al-Muṣaiṭirūn الْمُصَيْطِرُو ْنَ)). Akar katanya adalah (sīn-ṭā'-rā') yang menunjukkan arti berbarisnya sesuatu seperti tulisan, pepohonan yang berjajar. Kata as-saṭr artinya baris. Satu saṭr artinya satu baris. Kata maṣṭur (lihat surah aṭ-Ṭūr/52: 2) artinya ditulis, karena huruf-huruf dalam tulisan akan berbaris. Kata al-Muṣaiṭir diartikan dengan menguasai. Kaitan antara arti berbaris, berjajar dengan makna berkuasa, karena orang yang menguasai seakan-akan berdiri untuk mengatur orang yang dikuasai agar bisa berjajar dan bisa diatur.

2. Magram مَغْرَم (aṭ-Ṭūr/52 : 40).

Magram adalah isim dari garama-yagramu-garman yang artinya “hutang,” yang biasa membebani penyandangnya. Nabi saw sama sekali tidak meminta upah atau imbalan apa pun atas dakwah yang disampaikan-nya, sehingga dengan demikian beliau pun tidak membebankan suatu hutang kepada siapa pun. Ini mengandung arti bahwa seorang pendakwah kapan pun dan di mana pun tidak dibenarkan membebani masyarakat dengan honorarium tertentu sehingga mereka merasa terbebani hutang atau bayaran.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto