Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 11 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 523 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ

Fawailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,

Makna Surat At-Tur Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ketika azab itu datang, maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa azab itu ditim­pakan (setelah terjadinya guncangan langit dan beterbangan gunung-gunung) kepada orang-orang pendusta yang bergelimang dengan kebatilan dan se­la­lu menolak kebenaran serta tidak ingat akan adanya hari perhitungan dan tidak pernah takut akan adanya siksaan Tuhan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṭ-Ṭūr اَلطُّوْر (aṭ-Ṭūr/52: 1)

Arti kata aṭ-ṭūr sangat beragam di antaranya, sebagai kata benda, yang secara etimologi bukan dari bahasa Arab. Kata aṭ-ṭūr dari kata bahasa Suryani, yang berarti “gunung,” atau memang nama sebuah gunung di Syam. Dalam ayat ini berarti “gunung” secara umum, dengan catatan semua gunung yang ada tumbuhannya, dan secara tidak langsung berarti khusus Gunung Sinai di Madyan (sekarang negara Mesir) tempat Nabi Musa menerima wahyu yang sangat menentukan. Dalam pembukaan surah ini dipakai sebagai sumpah, “Demi Gunung” seperti yang terdapat juga dalam surah at-Tīn, yang sekaligus menyebutkan empat nama sebagai simbol sumpah, tin, zaitun, Gunung Sinai dan kota Makkah. Dalam surah aṭ-Ṭūr hanya disebut satu nama, sebagai isyarat betapa hebatnya ayat-ayat berikutnya sesudah ayat pembukaan itu.

2. Al-Baitul-Ma‘mūr الْبَيْتُ الْمَعْمُوْرُ (aṭ-Ṭūr/52: 4)

Al-Baitul-ma‘mūr, yang secara harfiah berarti rumah atau tempat ibadah yang ramai dikunjungi orang. Ayat ini dapat ditafsirkan, bahwa rumah ibadah yang dimaksud biasanya Ka‘bah yang banyak dikunjungi Muslimin setiap hari dalam melaksanakan salat dan umrah, terutama pada musim haji. Atau mungkin juga rumah ibadah lain secara umum yang digunakan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, rumah (kemah) ibadah orang Yahudi (tabernakel) di daerah gurun, tempat ibadah Nabi Sulaiman (Haikal Sulaiman), rumah tempat Nabi Isa beribadah. Umumnya para ulama mengaitkan ayat ini dengan Ka‘bah setelah dibersihkan oleh Nabi Muhammad dari segala macam berhala seperti disebutkan di atas. Menurut beberapa mufasir juga bermakna, “jantung manusia, tempat segala hasrat dan keinginan yang membara untuk menemukan dan menyembah Allah.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto