Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 1 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 520 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ

Waż-żāriyāti żarwā(n).

Demi (angin) yang menerbangkan debu,

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Surah yang lalu diakhiri dengan penjelasan tentang hari Kebangkitan yang pada saat itu akan terbukti ancaman-ancaman Allah yang telah diungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu sangat tepat ketika surah ini dimulai dengan kalimat-kalimat yang mengukuhkan ancaman tersebut. Pengukuhan itu diungkapkan dengan sumpah-Nya bahwa semua yang diperingatkan itu pasti akan terbukti. :”Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Surah aż-Żāriyāt dimulai dengan sumpah Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala perbuatan pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah aż-Żāriyāt ini diberikan perinciannya.

Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiah (fawātiḥus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur, yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.

Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt.

Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, “Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.”

Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di dalam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin, suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.

Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.

Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian, misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (aż-Żāriyāt/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Żātil-ḥubuk ذَاتِ الْحُبُكِ (aż-Żāriyāt/51: 7)

Kata żāt berarti yang memiliki. Sedangkan kata al-ḥubuk jamak dari kata al-ḥabku dan al-ḥabikah, sebuah kata jadian dari ḥabaka-yaḥbuku-ḥabkan. Kata ḥabaka memiliki akar makna “mengencangkan jalinan.” Kain yang ditenun dengan rapat dan padat disebut maḥbūk. Darinya diambil kata ḥabikah yang berarti jalur-jalur di atas pasir akibat angin yang bergerak di atasnya. Inilah akar makna kata yang sedang ditafsirkan ini. Ada beberapa riwayat pendapat mengenai makna kata al-ḥubuk ini. Menurut Ibnu ‘Abbas, artinya adalah “yang memiliki keindahan kemegahan, keelokan, dan kokoh.” Demikian pula pendapat Mujāhid, ‘Ikrimah, Sa‘id bin Jubair, Abu Malik, dan lain-lain. Namun, menurut aḍ-Ḍaḥḥāk dan al-Minhal bin ‘Amr, kata ḥubuk berarti garis-garis di atas pasir yang terkena angin. Pada hakikatnya kedua pendapat ini tidak bertentangan, karena kedua sifat ini bisa dikompromikan.

2. Al-Kharrāṣūn الْخَرَّاصُوْن َ (aż-Żāriyāt/51: 10)

Kata al-kharrāṣūn adalah bentuk mubālagah (melebih-melebihkan/ hiperbola) dari kata al-khāriṣ, isim fā‘il yang terbentuk dari kata kharaṣa-yakhruṣu-kharṣ an. Kata kharaṣa memiliki akar makna “menduga-menduga apa yang tidak diyakininya.” Kalimat kharaṣat-tamar berarti menaksir kema-tangan kurma kering. Menaksir kurma disebut kharṣun karena tindakan ini dilakukan atas dasar dugaan, bukan pengetahuan pasti. Selanjutnya kebohongan disebut dengan kata kharṣun karena di dalam dusta itu terdapat unsur praduga yang tidak benar. Makna inilah yang dimaksud dengan ayat ini. Jadi, yang dimaksud dengan kata al-kharraṣūn adalah orang-orang yang berdusta. Ada beberapa riwayat yang berbeda tentang makna kata ini. Ada yang mengatakan mereka itu orang-orang yang ragu, ada yang mengatakan para dukun, dan ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang mengatakan tidak ada kebangkitan setelah mati. Tetapi bila diamati, seluruh pendapat tersebut tidak keluar dari aspek bahasa.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto