Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 24 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 521 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn(a).

Sudahkah sampai kepadamu (Nabi Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran orang-orang musyrik dan ancaman Allah terhadap mereka yang pasti akan terjadi. Sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang perlakuan Allah terhadap utusan-Nya yang terpilih, yaitu Nabi Ibrahim dengan cara yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Ayat-ayat ini diawali dengan pertanyaan untuk menarik minat mitra bicara dalam dialognya. “Sudahkah sampai kepadamu wahai Nabi Muhammad cerita tamu terhormat dari Nabi Ibrahim yang sesungguhnya merupakan malaikat-malaikat yang dimuliakan Allah?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah mengisahkan Nabi Ibrahim dengan bentuk pertanyaan agar lebih diperhatikan. Allah bertanya, “Apakah sudah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (yaitu beberapa malaikat) yang dimuliakan?”

Para malaikat yang bertemu dengan Nabi Ibrahim itu sebenarnya dalam perjalanan menuju tempat kediaman kaum Nabi Lut di dekat kampung Sodom dan Gomorah, akan menyampaikan berita kepada Nabi Lut bahwa kaumnya yang durhaka dan melakukan homoseksual itu akan dibinasakan oleh Allah dengan azab yang pedih. Dalam perjalanan itu mereka mampir ke rumah Nabi Ibrahim untuk menyampaikan kabar gembira bahwa beliau akan mendapat seorang anak laki-laki yang alim dan saleh bernama Ishak dari istrinya Sarah walaupun beliau sudah lanjut usianya dan menyangka di-rinya sudah mandul. Setibanya di rumah Nabi Ibrahim, mereka disambut oleh tuan rumah dengan penuh penghormatan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ḍaifi Ibrāhīm ضَيْفِ إِبْرَاهِيْمَ (aż-Żāriyāt/51: 24)

Kata ḍaifi adalah kata jadian (maṣdar), jamaknya adalah aḍyāf, ḍuyūf, ḍīfan. Kata ini pada mulanya berarti condong atau cenderung kepada sesuatu. Ungkapan ḍāfat asy-syamsu lil-gurūb berarti matahari itu condong ke barat untuk terbenam. Tamu dikatakan ḍaif karena mampir (condong) ke tempat orang yang dikunjunginya. Dalam terminologi ilmu gramatika bahasa Arab (naḥw) ada ungkapan iḍafah seperti ungkapan ‘Abdullāh yang terdiri dari dua kata yaitu ‘Abd dan Allāh. Kemudian yang pertama (‘abd) di-iḍafah-kan kepada yang kedua (Allāh). Iḍāfah di sini berarti kalimat pertama digabungkan (dicondongkan) ke kalimat kedua menjadi satu ungkapan. Yang dimaksud dengan “Ḍaif Ibrāhīm” pada ayat ini adalah para malaikat yang akan memberitahukan kepada Nabi Ibrahim bahwa Nabi Ibrahim akan dikaruniai seorang anak dan memberitahukan bahwa kaumnya Nabi Lut akan dihancurkan.

2. Faṣakkat wajhahā فَصَكَّتْ وَجْهَهَا (aż-Żāriyāt/51: 29)

Kata ṣakkat pada mulanya berarti benturan dua benda secara keras. Kata ṣakkal-bāb artinya dia menutup pintu dengan keras. Ungkapan iṣṭakkatir-rukbatu artinya kedua lututnya berbenturan. Pada ayat ini kata ṣakkat wajhaha artinya istri Nabi Ibrahim (Sarah) memukul (menempeleng) wajahnya atau mengumpulkan jari-jarinya dan memukulkannya di dahinya sebagaimana adat kebiasaan perempuan jika tidak mempercayai sesuatu atau merasa keheranan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto