Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 36 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 36 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 522 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَۚ

Famā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn(a).

Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Lut dan keluarganya).

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 36
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

yakni di negeri kaum Lut, itu agar mereka selamat dari bencana yang segera tiba. Maka para malaikat yang Kami utus tidak mendapati di dalamnya, yaitu di negeri tersebut, kecuali sebuah rumah saja dari orang-orang muslim yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Lut.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa setelah para malaikat pergi kepada kaum Luṭ untuk menurunkan azab, timbullah tanya jawab di antara mereka tentang caranya menghancurkan orang-orang durhaka, maka Allah memerintahkan agar mereka lebih dahulu mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kampung halaman mereka, agar terhindar dari azab. Para malaikat itu hanya menjumpai sebuah rumah saja yaitu rumah Nabi Luṭ dengan penghuninya yang muslim sekitar tiga belas orang saja. Mereka yang selamat pada ayat ini disebut sebagai orang Islam yang berserah diri dan tekun melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Pada kedua ayat ini diterangkan bahwa di antara kaum Luṭ hidup orang-orang mukmin dan Muslimin. Menurut Muhammad Ali aṣ-Ṣabūni, mereka disebut Mukminun/23: 35 karena mereka mengimani dengan hati, dan mereka disebut sebagai Muslim (ayat 36) karena mereka mengamalkan ajaran-ajaran Allah dengan anggota tubuh mereka dengan ketaatan. Hal ini sejalan dengan hadis al-Bukhārī dan Muslim yaitu ketika Rasullulah saw ditanya tentang Islam dan Iman:

مَاالْإِسْ َامُ؟ قَالَ: شَهَادَةُ أَنْ لَا اِلٰهَ ِالَّا اللّٰهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ وَاِقَامُ الصَّلَاةِ وَاِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَحِجُّ اْلبَيْتِ .وَمَا اْلاِيْمَانُ؟ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللّٰهِ وَمَلَائِكَتِه ِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اﻵخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ مِنَ اللّٰهِ. (رواه البخاري ومسلم)

Apakah Islam? beliau menjawab, “Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat (yang lima waktu), mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan naik haji ke Baitullah. Dan apakah iman itu? beliau menjawab, Engkau Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Nya, para utusan-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik dan yang buruk dari Allah. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Perlu dijelaskan di sini apabila kata Islam disebut secara sendiri, maka berarti tercakup pengertian iman. Demikian pula dengan kata iman bila disebut sendiri berarti tercakup kata Islam. Tetapi kalau keduanya disebutkan bersamaan, maka keduanya berbeda satu sama lain, masing-masing memiliki artinya sendiri-sendiri, iman berbeda dari Islam.

(37) Pada ayat ini Allah swt menerangkan, bahwa peristiwa penghancuran kaum Luṭ hendaknya dijadikan peringatan bagi orang-orang yang takut kepada Allah, dan bekas-bekas peristiwa itu dapat dilihat tanda-tandanya yaitu tumpukan batu-batu tempat diturunkan azab yang telah amblas (masuk ke dalam bumi) dan berbentuk sebuah danau yaitu danau Tabariyah (laut mati). Ayat ini mengandung isyarat, bahwa jika pada sebuah kota terdapat unsur kekafiran dan kefasikan yang sudah merajalela, maka jumlah orang mukmin yang sedikit tidak dapat menghalang-halangi datangnya azab, dan bila mayoritas penduduknya terdiri dari umat yang saleh, maka mereka dapat terpelihara dari azab, walaupun terdapat di dalamnya beberapa orang yang durhaka kepada Tuhan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Khaṭbukum خَطْبُكُمْ (aż-Żāriyāt/51: 31)

Kata khaṭbukum terdiri dari dua kata yaitu khaṭb dengan kum sebagai ḍamīr muttasil dari ḍamīr antum, kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan antum (ḍamīr mukhāṭab plural). Kata khaṭb adalah bentuk maṣdar dari kata khaṭaba-yakhṭubu yang berarti urusan atau persoalan yang penting. Dalam khaṭb ini ada makna mengajak berbicara. Khaṭaba artinya mengajak seseorang yang dihadapan kita untuk saling berbicara. Khuṭbah diartikan dengan pembicaraan yang di dalamnya berisi nasihat atau petuah-petuah penting. Khiṭbah adalah istilah dalam fiqh yang berarti proses seorang laki-laki meminang atau meminta seorang perempuan untuk dijadikan sebagai calon istrinya. Pada lafal khiṭbah ini ada sesuatu urusan yang dianggap sangat penting. Kalimat “mā khaṭbukum/ka?” adalah kalimat istifhām untuk menanyakan masalah atau urusan yang menjadikannya datang kepadanya.

Dalam ayat ini, kalimat “mā khaṭbukum” digunakan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau didatangi tamu-tamu terhormat yaitu para utusan malaikat atas perintah Allah. Ibrahim bertanya,“Apakah urusan yang ditugaskan Allah kepadamu dengan kehadiran kamu kemari wahai para utusan Allah?” Para Malaikat menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang sebagian anggota masyarakatnya melakukan kekejian yang melampaui batas dan menjadi tradisi yaitu perilaku homoseksual yang dilakukan kaum Nabi Luṭ. Kami diutus agar segera menimpakan azab kepada mereka berupa ba-tu-batu dari tanah yang ditandai di sisi Tuhan dan dipersiapkan secara khusus untuk membinasakan para pendurhaka.”

2. Musawwamah مُسَوَّمَةْ (aż-Żāriyāt/51: 34)

Kalimat musawwamah adalah isim maf‘ūl dari kata sāma-yasūmu-saum yang arti asalnya adalah pergi untuk mencari sesuatu. Sāmatul-ibil berarti unta itu pergi mencari makanan. Kata samā juga diartikan dengan menandai atau memberikan sesuatu tanda agar lebih mudah diketahui.

Dalam konteks ayat ini artinya Allah menurunkan azab bagi kaum pendurhaka kaum Nabi Luṭ melalui para malaikat dengan menimpakan batu-batu dari tanah. Batu-batu ini ditandai (musawwamah) oleh Allah swt. dan dipersiapkan secara khusus bagi mereka. Dalam ayat lain disebutkan (Hūd/11: 83) batu-batu tersebut berasal dari Sijjīl (batu dari tanah liat yang dibakar. Sayyid Qutub memahaminya bahwa azab tersebut bisa berupa gempa bumi atau letusan gunung berapi yang mengeluarkan batu-batu. Yang pasti bahwa ini adalah pengaturan khusus dari Allah dalam rangka membinasakan kaum Nabi Luṭ yang telah durhaka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto