لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيْهِ مُبْلِسُوْنَ ۚ
Lā yufattaru ‘anhum wa hum fīhi mublisūn(a).
Tidak diringankan (azab itu) dari mereka dan mereka berputus asa di dalamnya.
Azab neraka yang di timpakan kepada mereka itu tidak akan diringankan dan di kurangi sedikit pun dari mereka. Karena azab dan siksa yang diterimanya itu, mereka selamanya berputus asa di dalamnya karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan itu.
Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah di dunia, mengerjakan larangan dan mengingkari perintah-perintah Allah, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sebagai balasan kekafiran mereka; mereka kekal di dalamnya dan tidak dapat keluar walaupun sesaat.
Azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu tidak akan diringankan walau sedikit pun, sehingga mereka terus-menerus dalam kesakitan dan kebingungan. Mereka putus asa karena permohonan yang mereka ajukan kepada Allah agar mereka dibebaskan dari azab itu tidak dikabulkan.
Mublisūn مُبْلِسُوْنَ (az-Zukhruf/43: 75)
Kata mublisūn adalah isim fa‘il dalam bentuk jamak dari mublis, dari fi‘il (kata kerja) ablasa yang berarti duka cita, putus asa dan bingung. Kata mublisūn dan yang seakar dengannya disebutkan 5 kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah ar-Rūm/30: 12, 49, al-An‘ām/6: 44, al-Mu'minūn/23: 77 dan az-Zukhruf/43: 75.
Surah az-Zukhruf/43: 75 tersebut berbicara dalam konteks siksaan terhadap para pendurhaka yang mantap kedurhakaannya ketika mereka berada dalam wadah siksaan neraka Jahanam yang meliputi seluruh totalitasnya dan yang akan mereka alami selama-lamanya, tidak akan dihentikan atau diringankan siksa itu dari mereka dan akhirnya mereka didalamnya lunglai tidak mampu melakukan apa pun, karena mereka semua telah berputus asa.













































