Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 72 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 72 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 494 •  Quarter Hizb 50.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِيْٓ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Wa tilkal-jannatul-latī ūriṡtumūhā bimā kuntum ta‘malūn(a).

Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan apa yang selama ini kamu kerjakan.

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 72
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan itulah surga dengan segala ke nikmatan yang kamu dapatkan di dalamnya yang diwariskan atau di anugerahkan kepada kamu di sebabkan karena amal-amal perbuatan baik yang senantiasa telah kamu kerjakan sewaktu kamu berada di dunia dahulu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Demikianlah surga yang akan diperoleh oleh orang-orang yang beriman sebagai balasan keimanan dan amal saleh yang telah mereka lakukan. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh itu masuk surga, semata-mata karena rahmat Allah dan karunia-Nya. Karena iman dan amal yang dilakukan orang mukmin itu berbeda-beda, maka mereka akan menerima balasan yang berbeda-beda pula. Orang yang paling baik iman dan amalnya akan ditempatkan di dalam surga yang paling tinggi pula derajatnya, dan orang yang kurang iman dan amalnya akan ditempatkan di surga yang kurang pula derajatnya.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ أَحَدٍ ِﺇلاَّ وَلَهُ مَنْزِلٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْزِلٌ فِي النَّارِ، فَالْكَافِرُ يَرِثُ الْمُؤْمِنَ مَنْزِلَهُ فِي النَّارِ، وَالْمُؤْمِنُ يَرِثُ الْكَافِرَ مَنْزِلَهُ فِي الْجَنَّةِ، وَذٰلِكَ قَوْلُهُ »وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُوْرِثْتُمُوْ هَا بِمَاكُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَḍ. ..( رواه ابن ابي حاتم)

Abū Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang pun melainkan mempunyai sebuah tempat di dalam surga dan sebuah tempat di dalam neraka. Maka tempat orang mukmin di dalam neraka diwariskan kepada orang kafir, dan tempat orang kafir di dalam surga diwariskan kepada orang mukmin. Demikianlah yang dimaksud dengan firman Allah, “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.” (Riwayat Ibn Abī Ḥātim)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Akhillā’u اَلأَخِلاَّءُ (az-Zukhruf/43: 67)

Kata al-akhillā’u adalah bentuk jamak dari kata khalīl, yaitu teman akrab yang persahabatannya telah masuk ke relung hati masing-masing, atau kekasih. Kata lain yang seasal dengan khalīl disebut 3 kali dalam Al-Qur’an, yakni pada Surah al-Furqān/25: 28, an-Nisā'/4:125 dan al-Isrā’/17: 73.

Kata khalīl berasal dari kata al-khullah yang berarti celah, yakni ruang kosong yang terdapat di antara dua benda, atau yang berarti fakir, yakni orang yang sangat membutuhkan. Seseorang yang mempunyai kebutuhan menunjukkan adanya celah-celah kekosongan dalam hidupnya yang mendorong dia berusaha keras menutupinya, atau membutuhkan orang lain yang dapat membantu untuk menutupinya. Kekosongan di sini adalah kekosongan jasmani dan rohani. Kekosongan jasmani dapat ditutupi dengan materi, sedangkan kekosongan rohani hanya dapat ditutupi dengan siraman rohani, seperti kasih sayang, cinta dan sebagainya. Dari sinilah lahir istilah khalīl yang diartikan sebagai “kekasih.”

Kata khalīl yang diambil dari kata khullah, juga dipergunakan untuk pengertian “kekasih yang sejati”. Kasih seperti ini hanya dimiliki Allah dan orang-orang yang tertentu yang telah mendapat petunjuk dari Allah. Nabi Ibrahim diangkat Allah sebagai khalīl (an-Nisā'/4:125), karena cintanya yang sejati kepada Allah. Karena cinta sejatinya itulah, Nabi Ibrahim berjuang menyiarkan agama tauhid, rela dibakar oleh raja Namrud, bahkan rela mengorbankan anak kandungnya. Cintanya kepada Allah menghapuskan cintanya kepada selain Allah.

2. Biṣiḥāfin بِصِحَافٍ (az-Zukhruf/43: 71)

Kata ṣiḥāf adalah jamak dari ṣaḥfah yang secara literal berarti sesuatu yang terbentang secara lebar dan luas. Karena itu permukaan tanah disebut aṣ-ṣaḥīf. Aṣ-ṣaḥfah juga berarti piring besar, bahkan juga wajah, lembaran atau kertas yang digunakan untuk menulis disebut aṣ-ṣaḥīfah.

Kata ṣiḥaf yang berbentuk jamak dari aṣ-ṣaḥfah disebut satu kali dalam Al-Qur’an, yang berarti piring-piring besar (az-Zukhruf/43: 71). Ayat tersebut berbicara dalam konteks kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni surga.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto