Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 73 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 494 •  Quarter Hizb 50.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

لَكُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ كَثِيْرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُوْنَ

Lakum fīhā fākihatun kaṡīratum minhā ta'kulūn(a).

Untukmu di dalamnya (surga) buah-buahan yang banyak yang sebagiannya kamu makan.

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan yang lezat rasanya dan beraneka macam rupanya. Semua itu di siapkan untukmu, namun hanya sebagiannya yang dapat kamu makan karena begitu banyaknya sehingga kamu tidak mampu menghabiskannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan berbagai macam buah-buahan yang akan diperoleh orang-orang yang beriman di dalam surga. Mereka akan memperoleh buah-buahan yang tidak terhingga banyak dan jenisnya dengan bermacam-macam rasa. Mereka dapat memakannya pada waktu, tempat, dan keadaan yang mereka kehendaki.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Akhillā’u اَلأَخِلاَّءُ (az-Zukhruf/43: 67)

Kata al-akhillā’u adalah bentuk jamak dari kata khalīl, yaitu teman akrab yang persahabatannya telah masuk ke relung hati masing-masing, atau kekasih. Kata lain yang seasal dengan khalīl disebut 3 kali dalam Al-Qur’an, yakni pada Surah al-Furqān/25: 28, an-Nisā'/4:125 dan al-Isrā’/17: 73.

Kata khalīl berasal dari kata al-khullah yang berarti celah, yakni ruang kosong yang terdapat di antara dua benda, atau yang berarti fakir, yakni orang yang sangat membutuhkan. Seseorang yang mempunyai kebutuhan menunjukkan adanya celah-celah kekosongan dalam hidupnya yang mendorong dia berusaha keras menutupinya, atau membutuhkan orang lain yang dapat membantu untuk menutupinya. Kekosongan di sini adalah kekosongan jasmani dan rohani. Kekosongan jasmani dapat ditutupi dengan materi, sedangkan kekosongan rohani hanya dapat ditutupi dengan siraman rohani, seperti kasih sayang, cinta dan sebagainya. Dari sinilah lahir istilah khalīl yang diartikan sebagai “kekasih.”

Kata khalīl yang diambil dari kata khullah, juga dipergunakan untuk pengertian “kekasih yang sejati”. Kasih seperti ini hanya dimiliki Allah dan orang-orang yang tertentu yang telah mendapat petunjuk dari Allah. Nabi Ibrahim diangkat Allah sebagai khalīl (an-Nisā'/4:125), karena cintanya yang sejati kepada Allah. Karena cinta sejatinya itulah, Nabi Ibrahim berjuang menyiarkan agama tauhid, rela dibakar oleh raja Namrud, bahkan rela mengorbankan anak kandungnya. Cintanya kepada Allah menghapuskan cintanya kepada selain Allah.

2. Biṣiḥāfin بِصِحَافٍ (az-Zukhruf/43: 71)

Kata ṣiḥāf adalah jamak dari ṣaḥfah yang secara literal berarti sesuatu yang terbentang secara lebar dan luas. Karena itu permukaan tanah disebut aṣ-ṣaḥīf. Aṣ-ṣaḥfah juga berarti piring besar, bahkan juga wajah, lembaran atau kertas yang digunakan untuk menulis disebut aṣ-ṣaḥīfah.

Kata ṣiḥaf yang berbentuk jamak dari aṣ-ṣaḥfah disebut satu kali dalam Al-Qur’an, yang berarti piring-piring besar (az-Zukhruf/43: 71). Ayat tersebut berbicara dalam konteks kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni surga.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto