Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Az-Zukhruf (Perhiasan dari Emas)
الزّخرف
Ayat 49 / 89 •  Surat 43 / 114 •  Halaman 493 •  Quarter Hizb 50 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَ السَّاحِرُ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَۚ اِنَّنَا لَمُهْتَدُوْنَ

Wa qālū yā ayyuhas-sāḥirud‘u lanā rabbaka bimā ‘ahida ‘indak(a), innanā lamuhtadūn(a).

Mereka berkata, “Wahai penyihir,680) berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya kami benar-benar akan menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Makna Surat Az-Zukhruf Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan setiap ada bencana yang ditimpakan kepada Fir’aun dan kaumnya, mereka berkata, “Wahai pesihir, maksudnya Nabi Musa, berdoalah kepada Tuhanmu untuk mengangkat bencana itu dan melepaskan kami dari bencana yang menimpa kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya jika doamu dikabulkan, hai Musa, kami akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya merasakan bencana-bencana yang ditimpakan kepada mereka sangat dahsyat, lalu mereka memohon kepada Nabi Musa agar berdoa kepada Allah agar melepaskan mereka dari azab itu. “Wahai tukang sihir!” kata mereka, “Berdoalah kepada Tuhanmu sesuai dengan apa yang Dia janjikan kepadamu! Kami pasti menerima apa yang kau sampaikan.” Memanggil Nabi Musa tukang sihir sudah menunjukkan bahwa mereka menghina beliau dan tidak mempercayainya. Tetapi Nabi Musa tetap mengabulkan permintaan mereka, karena Allah memang telah menjanjikan kepadanya bahwa bila mereka beriman, azab itu akan dihentikan. Nabi Musa pun berdoa setelah mereka berjanji akan beriman, lalu Allah pun menghentikan azab tersebut.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yankuṡūn يَنْكُثُوْنَ (az-Zukhruf/43: 50)

Kata yankuṡūn adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata nakaṡa-yankuṡu-nakṡan. Kata ini memiliki akar makna melepas apa yang telah diikat, sebagaimana dalam firman Allah Ta‘āla, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu.” (an-Naḥl/16: 92). Kata nakaṡa berikut derivasinya di dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak tujuh kali. Keseluruhan maknanya kembali ke akar ini, namun lebih banyak digunakan untuk arti melanggar janji.

2. Istakhaffa اِسْتَخَفَّ (az-Zukhruf/43: 54)

Kata istakhaffa adalah fi‘il māḍi. Asalnya dari kata khaffa yang kemudian ditambahi partikel hamzah waṣal, sīn, dan tā'. Kata khaffa itu sendiri berarti ringan, dan ia digunakan untuk mendeskripsikan fisik (materi), akal, dan perbuatan. Tambahan partikel tersebut pada kata khaffa mengimplikasikan beberapa makna. Di antaranya adalah menganggap ringan, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim..” (an-Naḥl/16: 80) Selain itu, ia juga mengimplikasikan makna menjadikan ringan akal orang lain, maksudnya membodohi. Dan inilah yang dimaksud dengan kata istakhaffa pada ayat ini, yaitu Fir‘aun membodoh-bodohi kaumnya lalu menggiring mereka untuk mengikuti kesesatannya.

3. Āsafūnā اٰسَفُوْنَا (az-Zukhruf/43: 55)

Kata āsafūnā terambil dari kata āsaf yang fi‘il-nya adalah asifa-ya'safu-asafan, yang berarti berduka cita atau sedih, atau mengeluh, murka dan penyesalan.

Kata āsaf dan berbagai turunannya disebutkan 5 kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah az-Zukhruf/43: 55, al-Kahf/18: 6, al-A‘rāf/7: 150, Ṭāhā/20: 86, dan Yūsuf/12: 84.

Kata āsaf dalam Surah az-Zukhruf ayat 55 berarti kemarahan yang disertai dengan rasa penyesalan dan kekeruhan hati. Jadi āsafūnā berarti mereka yakni Fir‘aun dan kaumnya membuat Kami (Allah) sangat murka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto