Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat Az-Zumar (Rombongan)
الزّمر
Ayat 33 / 75 •  Surat 39 / 114 •  Halaman 462 •  Quarter Hizb 47 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَالَّذِيْ جَاۤءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Wal-lażī jā'a biṣ-ṣidqi wa ṣaddaqa bihī ulā'ika humul-muttaqūn(a).

Orang yang membawa kebenaran (Nabi Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Makna Surat Az-Zumar Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan berbeda dengan orang-orang kafir itu, ada orang yang membawa kebenaran, yakni Nabi Muhammad, dan orang yang membenarkannya, yakni orang-orang yang beriman dan menjadi pengikutnya yang setia. Mereka itulah orang yang bertakwa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Adapun orang yang membawa kebenaran yaitu Muhammad saw dan orang-orang yang membenarkannya, yaitu para sahabat dan pengikutnya sampai hari Kiamat, selalu bertakwa kepada Allah, tidak menyembah patung dan berhala, selalu menunaikan kewajiban syariat, dan melaksanakan amar ma‘ruf nahi mungkar sambil mengharapkan pahala dan menghindari azab-Nya. Mereka itulah yang dimaksudkan golongan orang-orang yang bertakwa.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maṡwā مَثْوًى (az-Zumar/39: 32)

Kata maṡwā berasal dari kata kerja ṡawā-yaṡwī, yang artinya bertempat tinggal. Dengan demikian, maṡwa dapat diartikan sebagai tempat tinggal. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menyebut neraka yang merupakan tempat tinggal bagi mereka yang kafir atau melakukan kejahatan. Ini artinya, bahwa para pendosa kelak pasti mendapat balasan dari setiap kejahatan yang dilakukannya. Balasan itu berupa hukuman atau siksaan di neraka Jahanam.

2. Al-Muḥsinīn الْمُحْسِنِيْن َ (az-Zumar/39: 34)

Kata al-muḥsinīn berasal dari kata kerja aḥsana-yuḥsinu-iḥsān, yang artinya melakukan kebaikan. Rasulullah saw menjelaskan makna iḥsān sebagai “beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan bila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Dia melihatmu”. Dengan demikian, perintah ihsan bermakna perintah melakukan kegiatan positif, seakan-akan pada saat itu engkau melihat Tuhan, atau merasa diawasi oleh-Nya. Kesadaran akan adanya pengawasan melekat ini mendorong seseorang untuk selalu ingin berbuat sebaik mungkin. Al-Muḥsinīn merupakan ism fā‘il. Penggunaan demikian memberi pengertian bahwa yang disebut muḥsin adalah orang-orang yang selalu berbuat kebaikan secara terus-menerus. Oleh karena itu, mereka layak mendapat balasan dari Allah seperti yang mereka inginkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto