لٰكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ ۙتَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ الْمِيْعَادَ
Lākinil-lażīnattaqau rabbahum lahum gurafum min fauqihā gurafum mabniyyah(tun), tajrī min taḥtihal-anhār(u), wa‘dallāh(i), lā yukhlifullāhul-mī‘ād(a).
Akan tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya bagi mereka kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), dan mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan mengingkari janji.
Tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, mereka mendapat kamar-kamar di surga yang di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun bertingkat-tingkat, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan aneka rasa dan warna (Lihat Surah Muhammad/47: 15). Itulah janji Allah yang sebenar-benarnya. Allah tidak akan pernah memungkiri janji-Nya.
Pada ayat ini diulangi lagi penyebutan perbuatan-perbuatan yang diridai Allah, yaitu segala perbuatan takwa, perbuatan wajib, dan sunah. Orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan tersebut akan ditempatkan nanti di dalam kamar-kamar surga yang terdapat segala macam yang mereka inginkan di dalamnya dan dihiasi dengan taman-taman yang indah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Itulah janji Allah kepada setiap orang yang beriman dan bertakwa. Janji itu adalah janji yang benar, tidak akan dimungkiri sedikit pun, karena Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
Guraf غُرَفٌ (az-Zumar/39: 20)
Kata guraf adalah bentuk jamak dari kata gurfah, yang terbentuk dari kata garafa-yagrifu-gurfatan. Kata gurfah memiliki dua makna, yaitu seciduk sebagaimana yang terdapat dalam ayat, “Kecuali menciduk seciduk tangan..” (al-Baqarah/2: 249). Selebihnya kata gurfah di dalam Al-Qur’an digunakan untuk makna tingkatan yang tinggi di antara tingkatan-tingkatan surga, atau tempat yang tinggi di dalam surga. Ia disebut dengan bentuk tunggal, yaitu gurfah sebanyak satu kali dalam Surah al-Furqān ayat 75; dengan bentuk jamak guraf sebanyak 3 kali, yaitu pada Surah al-‘Ankabūt ayat 58 dan pada Surah az-Zumar ayat 20 ini; dan dengan bentuk jamak ta'nīṡ sekali dalam Surah Saba’ ayat 27.










































