Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
1984
Ebiet G. Ade
Dangdut, Pop Rock
10 Lagu • 1994
Tentang
Album "1984" karya Ebiet G. Ade, yang dirilis pada 1 April 1994 oleh Musica Studio's/Jackson Record, menampilkan kombinasi genre dangdut dan pop rock Indonesia. Melalui 10 lagu, album ini menyajikan tema-tema reflektif tentang spiritualitas, cinta, dan kritik sosial, serta mengekspresikan perjalanan emosional dan pemikiran mendalam yang mengajak pendengar untuk merenung.
Tracklist
© 1994 Musica Studio's/Jackson Record
Review Album

Album '1984' karya Ebiet G. Ade, yang dirilis pada 1 April 1994 di bawah label Musica Studio's/Jackson Record, adalah sebuah karya seni yang megah, memadukan elemen dangdut dan Indonesian pop rock. Melalui setiap lirik dan melodi, album ini membawa pendengar pada perjalanan emosional dan spiritual yang mendalam.

Tracklist dan Makna Setiap Lagu

  • Bingkai Mimpi: Lagu ini menggambarkan perjalanan spiritual seorang individu dalam memahami keberadaan Tuhan. Melalui keindahan alam, penyanyi merasakan keterbatasannya dalam menggambarkan Tuhan yang Maha Agung, dan menekankan pentingnya pengabdian dan cinta yang tulus.
  • Catatan Seorang Penyair: Dalam lagu ini, seorang penyair merenungkan kehidupan di tengah kesepian, mencari inspirasi dan pengetahuan, serta mengajak pendengar untuk fokus pada pemikiran yang mendalam.
  • Sejoli Kasih Sarman Dan Lasmi: Kisah cinta dua insan dari latar belakang berbeda, Sarman dan Lasmi, menunjukkan bahwa cinta sejati dapat mengatasi segala batasan sosial.
  • Taubat: Makna lagu ini adalah kerinduan dan pengabdian kepada Tuhan dengan harapan menemukan ketenangan dalam dekapan-Nya.
  • Konserto Do'a: Pesan harapan seorang ayah kepada anak-anaknya sebelum berpisah, menekankan pentingnya iman dan pilihan hidup yang baik.
  • Pengemis Dan Tukang Copet: Lagu ini mencerminkan kehidupan pahit seorang anak gelandangan dan temannya yang tua, menggambarkan penderitaan dan ikatan persahabatan yang tulus.
  • Puisi Bulan Madu: Perjalanan cinta yang indah di mana pasangan mengatasi rintangan dan menikmati kebahagiaan bersama.
  • Eksekusi: Menggambarkan proses pengampunan dan penerimaan kesalahan masa lalu, dan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • Dongeng Dari Negeri Antah Berantah: Kritik terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh seorang putra kepala kampung, menciptakan suasana ketakutan di masyarakat.
  • Nyanyian Bumi Seberang (Bona Ni Pasogit): Mengajak pendengar untuk menghargai ketahanan masyarakat dalam mempertahankan tradisi dan cinta terhadap tanah leluhur.

Dengan kombinasi lirik yang puitis dan melodi yang menghanyutkan, album '1984' bukan hanya sekadar kumpulan lagu, tetapi sebuah refleksi mendalam tentang kehidupan, cinta, dan spiritualitas. Ebiet G. Ade berhasil menciptakan karya yang relevan dan menyentuh hati, terus dikenang dan dicintai oleh para pendengar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto