Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Pengemis Dan Tukang Copet
Dangdut, Pop Rock
1994 • 3:05 • Track 6/10
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan kehidupan pahit seorang anak gelandangan dan temannya yang tua, mencerminkan penderitaan, kesepian, dan kemiskinan. Keduanya menghadap realitas keras di jalanan, saling mendukung meski dalam keterbatasan, hingga berujung tragis saat mereka mati berpelukan, menggambarkan ikatan persahabatan yang tulus di tengah derita.
Makna Lirik
Anak lelaki kering kerontang
Bersandar di besi palka, mata terpejam
Sepotong roti yang digenggam
Tak dapat sembunyikan
Dia pasti anak derita
Dia anak gelandangan

Makna lirik lagu ini mengisahkan tentang kehidupan anak lelaki yang hidup dalam keadaan mi... tampilkan semua

Lelaki tua rambut beruban
Menjulurkan kepala saat lewat melintas
Untuk menengok sahabatnya
Si kecil kurus kering
Sepanjang gerbong ditelusuri
Menyambung hari ini

Makna lirik lagu ini menggambarkan kedalaman hubungan antar manusia, terutama antara gener... tampilkan semua

Ditepuknya pundak si kurus kering
Lutut tertekuk rapat ke dada
Diguncangkan tulang-belulang
Tetap diam tak bergeming
Hm-hm ...

Makna lirik lagu ini mengungkapkan sebuah observasi atau perasaan empati terhadap seseoran... tampilkan semua

Menangis si tua sendirian
Sahabat yang setia mati kelaparan
Burung gereja berkerumun
Belasungkawa
Direbahkan tubuh dan diam
Ia putus asa

Makna lirik lagu ini menggambarkan kesedihan yang mendalam dan rasa kehilangan yang dirasa... tampilkan semua

Bacalah di koran hari ini
Dua orang lelaki tua dan muda
Mati bersama berpelukan di atas palka
Pencopet tua dan pengemis sahabat sejati

Makna lirik lagu ini menggambarkan realitas sosial yang tragis, di mana dua tokoh yang ber... tampilkan semua

Hm hm hm hm
Du du du du du

Makna lirik lagu ini menggambarkan ekspresi perasaan yang mungkin sulit untuk diungkapkan ... tampilkan semua

Review Lagu

Dalam dunia musik Indonesia, Ebiet G. Ade dikenal sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu yang sangat peka terhadap sosial. Salah satu karyanya yang menggugah rasa empati adalah lagu 'Pengemis Dan Tukang Copet'. Melalui lirik yang mendalam dan penuh makna, lagu ini mencerminkan realita kehidupan yang keras, terutama bagi mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat, seperti pengemis dan pencopet.

Kehidupan yang Terpinggirkan

Lirik lagu pembuka menggambarkan sosok 'anak lelaki kering kerontang' yang bersandar di besi palka dengan mata terpejam. Gambaran ini menciptakan kesan mendalam tentang derita yang dialami oleh anak-anak jalanan. Sepotong roti yang digenggam menjadi simbol keputusasaan, menunjukkan bahwa bahkan untuk makanan dasar pun, ada kesulitan yang tiada henti. Frasa 'dia pasti anak derita' dan 'dia anak gelandangan' menguatkan pesan bahwa anak tersebut bukan sekadar objek, melainkan juga makhluk hidup yang merasakan kesedihan dan ketidakadilan.

Persahabatan dalam Penderitaan

Selanjutnya, lirik memperkenalkan 'lelaki tua rambut beruban' yang tampak peduli terhadap sahabatnya, si kecil kurus kering. Ini menunjukkan bahwa dalam dunia yang keras, hubungan antar manusia, terutama di antara mereka yang memiliki nasib serupa, dapat menjadi sumber kekuatan. Ketika lelaki tua itu 'menengok sahabatnya', terdapat nuansa haru dan kehangatan di tengah kesulitan hidup.

Kesedihan yang Menghantui

Namun, kesedihan menjadi lebih mendalam ketika si lelaki tua 'menangis sendirian'. Kematian sahabat yang 'mati kelaparan' menandakan bahwa kehidupan di jalanan sangat kejam dan tak berperikemanusiaan. Dalam pada itu, burung gereja berkerumun menambah suasana duka, simbol kepergian dan kesedihan yang meliputi peristiwa tersebut. Hal ini mengajak pendengar untuk merenungkan betapa rapuhnya kehidupan dan seberapa cepat seseorang bisa kehilangan orang terdekatnya.

Refleksi Sosial

Pada bagian akhir lirik, terungkap bahwa di sebuah berita koran terdapat informasi tentang 'dua orang lelaki tua dan muda yang mati bersama berpelukan di atas palka'. Kematian ini menjadi simbol tragis dari nasib dua orang yang terpinggirkan: seorang pencopet tua dan seorang pengemis. Keduanya, meski berbeda status, memiliki kesamaan dalam penderitaan dan perjuangan hidup yang keras. Dengan kata lain, mennjerumuskan bahwa kelas sosial bukanlah hal yang membedakan manusia dalam penderitaan.

Kesimpulan

L agu 'Pengemis Dan Tukang Copet' mengajak pendengarnya untuk menyadari dan lebih peka terhadap masalah kemanusiaan yang ada di sekitar. Melalui lirik yang kaya akan makna, Ebiet G. Ade tidak hanya menyampaikan cerita tentang kehidupan yang penuh derita, tetapi juga mengingatkan kita untuk tidak melupakan mereka yang terpinggirkan. Dengan begitu, lagu ini bukan hanya sekedar hiburan, melainkan ajakan untuk peduli, terlibat, dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik bagi sesama.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto