Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Potret Anak Harapan
Dangdut, Pop Rock
1994 • 4:36 • Track 8/10
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan penderitaan dan kehilangan yang dialami oleh orang-orang yang terpinggirkan dan terusir dari tempat tinggal mereka. Melalui liriknya, terlihat kesedihan mendalam dan ketidakberdayaan di hadapan realitas pahit hidup, serta hilangnya harapan yang tersisa. Lagu ini juga mencerminkan amarah yang terpendam dan ketidakadilan sosial yang harus dihadapi banyak orang.
Makna Lirik
Terbayang di pelupuk mataku
derita mereka yang terusir tergusur
Tangis tersembunyi, amarah tersekat
dalam rongga dada duka haru biru

Makna lirik lagu ini menggambarkan empati dan keprihatinan terhadap penderitaan orang-oran... tampilkan semua

Lelaki tua runduk merangkak
menyuruk ke puing gubuk kardus bekas
Ada yang tertinggal, potret anak harapan
telah remuk bercampur tanah bongkaran

Makna lirik lagu ini menggambarkan kondisi kehidupan yang penuh kesedihan dan kehilangan, ... tampilkan semua

Hilang satu-satunya harapan
Bertahan hidup hanya percuma
Habis nafas di ujung raungan
Rebah tundas berkalang tanah

Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kehilangan dan keputusasaan yang mendalam. Ungk... tampilkan semua

Oh! ya. ia beringas mengumpat-umpat
Oh! ya. ia menghardik berkeliling

Makna lirik lagu ini mencerminkan ekspresi emosi yang kuat dan konflik sosial yang terjadi... tampilkan semua

hu... hu... hu hu hu hu hu hu hu hu

Makna lirik lagu ini menggambarkan ekspresi perasaan yang mendalam, di mana bunyi "hu... h... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Potret Anak Harapan" yang ditulis dan dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade merupakan karya seni yang menggugah empati dan kesadaran sosial. Melalui liriknya yang penuh makna, lagu ini mengangkat tema tentang penderitaan dan harapan, serta kondisi kehidupan anak-anak yang terpinggirkan dalam masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan mendalami makna dan pesan yang terkandung dalam lirik tersebut.

Rangkaian Penderitaan dan Kesedihan

Diawali dengan ungkapan "terbayang di pelupuk mataku", lirik ini mengajak pendengar untuk merenungkan gambaran nyata dari derita yang dialami oleh mereka yang terusir dan tergusur. Ekspresi ini menunjukkan betapa mendalamnya rasa empati sang penulis terhadap kondisi yang dialami oleh anak-anak dan masyarakat yang hidup dalam situasi sulit. Suasana kesedihan terasa sangat kental dalam frase "tangis tersembunyi, amarah tersekat", yang menggambarkan bagaimana rasa sakit dan ketidakberdayaan sering kali tidak dapat diekspresikan secara terbuka.

Kontras Antara Harapan dan Kenyataan

Selanjutnya, lirik menyebutkan sosok "lelaki tua runduk merangkak" yang menggambarkan keputusasaan dan ketidakberdayaan. Penggambaran ini mencerminkan adanya harapan yang telah terpendam, representasi dari "potret anak harapan" yang "telah remuk bercampur tanah bongkaran". Ini menjadi simbol dari impian dan masa depan yang hancur akibat keadaan yang sulit. Apa yang seharusnya menjadi harapan untuk anak-anak menjadi hancur dan terpinggirkan.

Keberanian dalam Keputusasaan

Frase "ia beringas mengumpat-umpat" dan "ia menghardik berkeliling" menunjukkan adanya perjuangan yang tak kunjung berhenti meski dalam kondisi yang sangat sulit. Hal ini menandakan bagaimana meskipun harapan tampak hilang, ada semangat untuk melawan keadaan. Namun, dengan kalimat "hilang satu-satunya harapan", lirik ini menyoroti kerapuhan dari kondisi yang dihadapi, di mana bertahan hidup terasa sia-sia. Ini mencerminkan adanya ketidakberdayaan yang mendalam ketika harapan tidak kunjung terpenuhi.

Refleksi pada Kehidupan

Dengan penutup "habis nafas di ujung raungan, rebah tundas berkalang tanah", ada nuansa akhir yang sangat pahit; sebuah penggambaran tentang bagaimana hidup dapat berakhir dengan keputusasaan dan tanpa pencapaian. Melalui lirik ini, Ebiet G. Ade menyerukan pendengar untuk merenungkan kondisi masyarakat yang terpinggirkan, terutama anak-anak, yang seharusnya menjadi harapan bagi masa depan tetapi justru terjerat dalam kondisi yang mencengangkan. Kalimat "hu... hu... hu hu hu hu hu hu hu hu" pada akhir lagu menambah kedalaman emosional, seolah mengisyaratkan kesedihan yang mendalam dan kesunyian yang menyertai setiap detak kehidupan yang hilang.

Pesan Sosial yang Kuat

Secara keseluruhan, "Potret Anak Harapan" lebih dari sekadar lagu; ia adalah seruan untuk menyadari dan memperhatikan penderitaan anak-anak dan orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat kita. Lagu ini mengajak pendengar untuk merasakan dan merenungkan realitas pahit yang sering kali kita abaikan. Dengan lirik yang puitis dan penuh emosi, Ebiet G. Ade berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menggugah perasaan, tetapi juga mengajak kita untuk berbuat lebih dalam membantu mereka yang membutuhkan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto