Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Kosong
Dangdut, Pop Rock
1997 • 5:20 • Track 6/9
Ebiet G. Ade
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Makna lagu ini menggambarkan perasaan kesepian dan kebingungan seseorang yang terjebak dalam kondisi hampa dan gelap. Melalui gambaran alam dan ketidakberdayaan, lagu ini mencerminkan kerinduan untuk menemukan ketenangan dalam spiritualitas dan tawakal, serta perjuangan antara harapan dan kenyataan yang menyakitkan.
Makna Lirik
Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampa
Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan
BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang
Perahuku terombang-ambing dan tenggelam

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kesepian dan kehilangan yang mendalam. Dalam k... tampilkan semua

Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa
Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari
DekapanMu masih terasa hangat dalam darah
Bintang-gemintang bersembunyi dalam kelam

Makna lirik lagu ini mengungkapkan perasaan kedalaman emosional dan kerinduan yang dialami... tampilkan semua

Kosong, ho ho pikiran hampa menerawang
Kosong, ho ho langit terasa semakin gelap
Entah bermimpi tentang apa, terpenggal-penggal ho
Entah sujud kepada siapa aku berserah

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan kosong dan hampa yang dialami seseorang, mence... tampilkan semua

Kosong, ho ho pikiran hampa menerawang
Kosong, ho ho langit terasa semakin gelap
Mestinya aku hanya diam dalam tawakal ho
Atau kuurai air mata dalam sembahyang
Atau kuurai air mata dalam sembahyang

Makna lirik lagu ini menggambarkan perasaan hampa dan ketidakberdayaan yang dialami seseor... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Kosong" yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade adalah sebuah karya seni yang penuh emosi dan makna mendalam. Melalui liriknya, penyanyi mengajak pendengarnya untuk mengeksplorasi perasaan hampa dan keresahan yang sering kali dialami dalam hidup. Dalam ulasan kali ini, kita akan membahas beberapa elemen penting dari lagu ini yang mencerminkan kondisi psikologis dan spiritual manusia.

Perasaan Hampa dalam Keheningan

Pembuka lirik menyatakan, "Ketika diam menjerat aku ke dalam ruang hampa". Kalimat ini menggambarkan bagaimana dalam keheningan, seseorang dapat terjebak dalam perasaan kosong dan kesunyian. Keadaan ini diperkuat dengan deskripsi "Angin berhembus, tajam mengiris, menusuk rembulan", yang menciptakan suasana yang sangat mendalam dan melankolis.

Gelombang Perasaan

Saat penyanyi menyatakan, "BayanganMu seperti lenyap disapu gelombang", terdapat nuansa kehilangan yang sangat kuat. Ini mencerminkan bagaimana ingatan atau kehadiran seseorang dapat mendalam dan pada saat yang sama menyakitkan. Perahu yang "terombang-ambing dan tenggelam" melambangkan ketidakpastian hidup dan bagaimana satu perasaan dapat menghanyutkan kita dalam bingkai waktu yang penuh kehampaan.

Kegalauan Jiwa

Ketika lirik menyebutkan, "Ketika hening merenggut aku ke dalam galau jiwa", kita melihat jalinan antara kesunyian dan kegalauan yang menyebabkan ketidakpastian dalam jiwa. "Suara ranting meronta-ronta, merobek mentari" memberikan gambaran bahwa meskipun ada harapan (mentari), kegelapan dan keraguan terus menghantui.

Penerimaan dan Ketidakberdayaan

Frasa "Kosong, ho ho pikiran hampa menerawang" menjadi semacam pengulangan yang menggambarkan perasaan putus asa yang tidak kunjung pergi. Penyanyi tampak berada dalam dilema antara mengharapkan sesuatu dan merasakan kekosongan tersebut. "Entah bermimpi tentang apa, terpenggal-penggal" menunjukkan keraguan dan kebingungan yang mendalam tentang arah dan tujuan hidup.

Refleksi Spiritual

Pada bagian akhir, terdapat upaya untuk kembali ke spiritualitas dan penerimaan dengan lirik, "Mestinya aku hanya diam dalam tawakal ho". Di sini, terdapat pengharapan untuk berserah kepada sesuatu yang lebih besar, meskipun berat untuk dilakukan. Ini menunjukkan bahwa meskipun keadaan mungkin tampak hampa, ada kebutuhan mendasar untuk mencari kedamaian dari dalam diri, melalui refleksi dan doa—"Atau kuurai air mata dalam sembahyang".

Kesimpulan

La gu "Kosong" oleh Ebiet G. Ade tidak hanya sekadar alunan musik, tetapi juga merupakan sebuah perjalanan emosional. Melalui lirik yang puitis, pendengar diajak untuk merenungkan tentang hampa, kehilangan, dan pencarian makna dalam hidup. Kombinasi antara kerentanan dan harapan ini menciptakan resonansi yang mendalam bagi siapapun yang pernah merasakan kesedihan. Dengan keindahan liriknya, "Kosong" tetap relevan dan memberikan suara bagi perasaan yang sering kali sulit diungkapkan.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto