وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Wa man aḥsanu qaulam mimman da‘ā ilallāhi wa ‘amila ṣāliḥaw wa qāla innanī minal-muslimīn(a).
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan penghargaan kepada orang-orang yang istikamah dengan kedatangan malaikat yang membantu mereka, maka ayat-ayat berikut memberikan pujian terhadap orang yang menyeru ke jalan Allah. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya di antara manusia, daripada orang yang menyeru kepada Allah agar manusia tidak melakukan kemusyrikan, dan selalu gemar mengerjakan kebajikan dan berkata dengan penuh keyakinan, “Sungguh, aku termasuk ke dalam kelompok orang-orang muslim yang berserah diri?”
Ayat ini mencela orang-orang yang mengatakan yang bukan-bukan tentang Al-Qur’an. Al-Qur’an mempertanyakan: perkataan manakah yang lebih baik daripada Al-Qur’an, siapakah yang lebih baik perkataannya dari orang yang menyeru manusia agar taat kepada Allah.
Ibnu Sīrīn, as-Suddī, Ibnu Zaid, dan al-Ḥasan berpendapat bahwa orang yang paling baik perkataannya itu ialah Rasulullah saw. Apabila membaca ayat ini, al-Ḥasan berkata bahwa yang dimaksud adalah Rasulullah, ia adalah kecintaan dan wali Allah. Ia adalah yang disucikan Allah dan merupakan pilihan-Nya. Ia adalah penduduk bumi yang paling cinta kepada Allah. Allah memperkenankan seruannya dan ia menyeru manusia agar mengikuti seruan itu. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa ayat ini maksudnya umum, yaitu semua orang yang menyeru orang lain untuk menaati Allah. Rasulullah termasuk orang yang paling baik perkataannya, karena beliau menyeru manusia kepada agama Allah.
Ayat ini menerangkan bahwa seseorang dikatakan paling baik apabila perkataannya mengandung tiga perkara, yaitu:
1. Seruan pada orang lain untuk mengikuti agama tauhid, mengesakan Allah dan taat kepada-Nya.
2. Ajakan untuk beramal saleh, taat melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-Nya.
3. Menjadikan Islam sebagai agama dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja.
Dengan menerangkan perkataan yang paling baik itu, seakan-akan Allah menegaskan kepada Rasulullah bahwa tugas yang diberikan kepada beliau itu adalah tugas yang paling mulia. Oleh karena itu, beliau diminta untuk tetap melaksanakan dakwah, dan sabar dalam menghadapi kesukaran-kesukaran dan rintangan-rintangan yang dilakukan orang-orang kafir.
Dari ayat ini dipahami bahwa sesuatu yang paling utama dikerjakan oleh seorang muslim ialah memperbaiki diri lebih dahulu, dengan memperkuat iman di dada, menaati segala perintah Allah, dan menghentikan segala larangan-Nya. Setelah diri diperbaiki, serulah orang lain mengikuti agama Allah. Orang yang bersih jiwanya, kuat imannya, dan selalu mengerjakan amal yang saleh, ajakannya lebih diperhatikan orang, karena ia menyeru orang lain dengan keyakinan yang kuat dan dengan suara yang mantap, tidak ragu-ragu.
1. Ḥamīm حَمِيْمٌ (Fuṣṣilat/41: 34)
Kata dasarnya adalah (ḥa'mim-mim) yang artinya air yang sangat panas. Ḥammām berarti tempat mandi air hangat. Ḥamīm diartikan juga dengan teman dekat. Kaitannya dengan arti dasar dari kata ini adalah bahwa teman dekat akan merasa tersengat jika ada yang mengganggu teman yang dikasihinya. Dia akan berusaha membelanya dengan sepenuh hati. Untuk mengetahui arti yang pas untuk kata ini harus dilihat konteksnya. Pada Surah Muḥammad ayat: 15, al-An‘ām: 70, aṣ-Ṣāffāt: 70, Ṣād: 57, yang dimaksud dengan “ḥamīm” adalah air yang mendidih. Sedangkan pada Surah asy-Syu‘arā': 101. al-Ma‘ārij: 10, yang dimaksud dengan “ḥamīm” adalah teman dekat.
2. Yanzagannaka يَنْزَغَنَّكَ (Fuṣṣilat/41: 36)
Bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī “nazaga”. Akar katanya (nun-za'-gain) artinya adalah adanya upaya untuk merusak antara dua orang. Atau memasuki satu hal untuk merusaknya. Ayat ini menjelaskan tentang upaya setan untuk berusaha membujuk rayu dengan terus membangkitkan dan menggerakkan seorang yang digodanya agar mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki oleh setan.

