Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 32 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 480 •  Quarter Hizb 48.75 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

نُزُلًا مِّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ ࣖ

Nuzulam min gafūrir raḥīm(in).

(Semua itu) sebagai karunia (penghormatan bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Makna Surat Fussilat Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Yang demikian itu adalah sebagai penghormatan bagimu dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menganugerahkan yang demikian itu sebagai suatu kemuliaan bagi mereka. Dia mengampuni segala dosa-dosa dan mencurahkan rahmat kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Istaqāmū اِسْتَقَامُوْا (Fuṣṣilat/41: 30)

Istaqāmū adalah fi‘il māḍī untuk orang banyak dari kata qāma yang diikutkan wazan istaf‘ala. Asalnya adalah istaqāma, dari kata dasar (qaf-waw-mim) yang artinya berdiri. Setelah di i‘lāl (diproses secara ilmu ṣaraf) jadilah istaqāmū. Huruf tambahannya adalah sin dan ta'. Kata jadiannya (maṣdarnya) adalah “istiqāmah” Adanya huruf tambahan ini menjadikan arti istaqāmū menjadi: berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, terus menerus, konsisten. Kata “istiqāmah” artinya jalan yang lurus, tidak berbelok-belok. Kebenaran disebut juga dengan jalan yang lurus (ṭarīq mustaqīm). Kebalikannya adalah ṭarīq mu‘wajj atau jalan yang berkelok-kelok. Dalam kaitan ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang yang akan berbahagia di akhirat adalah orang yang telah berikrar dengan keimanannya dan terus berusaha sekuat tenaga agar keimanannya berdiri tegak, terus-menerus dan konsisten, tidak tergoyahkan oleh cobaan hidup.

2. Tasytahī تَشْتَهِيْ (Fuṣṣilat/41: 31)

Bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī “isytahā”. Kata dasarnya (syin-ha-huruf illat). Kata jadiannya “syahwah” artinya sesuatu yang diingini yaitu adanya kecenderungan jiwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang diinginkan bisa benar dan bisa juga tidak demikian. Yang benar adalah jika badan akan terganggu jika tidak mendapatkannya sebagaimana keinginan seseorang terhadap makan dan minum. Yang tidak benar adalah jika badan tidak akan terganggu jika tidak mendapatkannya seperti keinginan terhadap lawan jenis, mendapatkan anak, harta yang melimpah dan lain sebagainya (Surah Āli ‘Imrān/3: 14). Pada konteks ayat yang sedang kita tafsirkan ini Allah menjanjikan kepada penghuni surga segala apa yang diinginkan oleh mereka dari kenikmatan lahiriah maupun maknawi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto