Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 31 - Surat Fuṣṣilat (Dijelaskan)
فصّلت
Ayat 31 / 54 •  Surat 41 / 114 •  Halaman 480 •  Quarter Hizb 48.75 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

نَحْنُ اَوْلِيَاۤؤُكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ ۚوَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْٓ اَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ ۗ

Naḥnu auliyā'ukum fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah(ti), wa lakum fīhā mā tasytahī anfusukum wa lakum fīhā mā tadda‘ūn(a).

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya (surga) kamu akan memperoleh apa yang kamu sukai dan apa yang kamu minta.

Makna Surat Fussilat Ayat 31
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, “Kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan selalu siap membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian pula dalam kehidupan akhirat. Maka di dalamnya, yakni di dalam surga ini, kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dalam bentuk berbagai kenikmatan, dan memperoleh apa saja yang pernah kamu minta dulu di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya para malaikat itu menyatakan kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka selalu mendampingi dan menolong orang-orang tersebut dalam segala urusan dunia. Para malaikat selalu memberi petunjuk yang menuju kepada kebaikan, kebenaran, dan kemaslahatan. Demikian pula para malaikat akan bersama-sama orang-orang beriman di akhirat nanti, menemani mereka di dalam kubur, pada waktu hari Kiamat, dan hari perhitungan sampai mereka masuk ke dalam surga.

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang menyatakan kepada orang-orang beriman dalam ayat ini ialah Allah sendiri, sehingga maksud ayat ini adalah: “Dan Allah wali bagi orang-orang yang beriman yang kuat pendiriannya . . .”

Malaikat mengatakan bahwa di dalam surga itu orang-orang yang beriman akan memperoleh berbagai macam kesenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan yang selalu diidam-idamkan, serta segala yang diinginkan dan diminta.

Isi Kandungan Kosakata

1. Istaqāmū اِسْتَقَامُوْا (Fuṣṣilat/41: 30)

Istaqāmū adalah fi‘il māḍī untuk orang banyak dari kata qāma yang diikutkan wazan istaf‘ala. Asalnya adalah istaqāma, dari kata dasar (qaf-waw-mim) yang artinya berdiri. Setelah di i‘lāl (diproses secara ilmu ṣaraf) jadilah istaqāmū. Huruf tambahannya adalah sin dan ta'. Kata jadiannya (maṣdarnya) adalah “istiqāmah” Adanya huruf tambahan ini menjadikan arti istaqāmū menjadi: berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegak, terus menerus, konsisten. Kata “istiqāmah” artinya jalan yang lurus, tidak berbelok-belok. Kebenaran disebut juga dengan jalan yang lurus (ṭarīq mustaqīm). Kebalikannya adalah ṭarīq mu‘wajj atau jalan yang berkelok-kelok. Dalam kaitan ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang yang akan berbahagia di akhirat adalah orang yang telah berikrar dengan keimanannya dan terus berusaha sekuat tenaga agar keimanannya berdiri tegak, terus-menerus dan konsisten, tidak tergoyahkan oleh cobaan hidup.

2. Tasytahī تَشْتَهِيْ (Fuṣṣilat/41: 31)

Bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī “isytahā”. Kata dasarnya (syin-ha-huruf illat). Kata jadiannya “syahwah” artinya sesuatu yang diingini yaitu adanya kecenderungan jiwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang diinginkan bisa benar dan bisa juga tidak demikian. Yang benar adalah jika badan akan terganggu jika tidak mendapatkannya sebagaimana keinginan seseorang terhadap makan dan minum. Yang tidak benar adalah jika badan tidak akan terganggu jika tidak mendapatkannya seperti keinginan terhadap lawan jenis, mendapatkan anak, harta yang melimpah dan lain sebagainya (Surah Āli ‘Imrān/3: 14). Pada konteks ayat yang sedang kita tafsirkan ini Allah menjanjikan kepada penghuni surga segala apa yang diinginkan oleh mereka dari kenikmatan lahiriah maupun maknawi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto