وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
Wa mā yulaqqāhā illal-lażīna ṣabarū, wa mā yulaqqāhā illā żū ḥaẓẓin ‘aẓīm(in).
(Sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak (pula) dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
Dan ketahuilah bahwa sifat-sifat yang baik itu, yakni membalas keburukan dengan kebaikan, tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sudah terbiasa bersikap sabar dan juga tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar serta mempunyai hati yang bersih.
Pada ayat ini, Allah menerangkan cara yang paling baik menghadapi orang-orang kafir, yaitu orang yang sabar ketika menderita kesulitan dan kesengsaraan, dapat menahan marah, tidak pendendam, dan suka memaafkan.
Anas r.a. dalam menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini ialah apabila seseorang dimaki oleh orang lain, ia berkata, “Jika engkau memakiku dengan alasan yang benar, mudah-mudahan Allah akan mengampuni dosamu. Jika engkau memakiku dengan alasan yang tidak benar, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku.”
Nasihat agar berlaku sabar, menahan marah, dan suka memaafkan kesalahan orang lain itu adalah suatu nasihat yang paling utama dan tinggi nilainya. Yang dapat menerima nasihat itu hanyalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.
Qatādah mengatakan bahwa arti dari “keuntungan yang besar” ialah surga. Maksud ayat ini ialah kesabaran itu hanyalah dianugerahkan kepada orang-orang yang akan masuk surga.
1. Ḥamīm حَمِيْمٌ (Fuṣṣilat/41: 34)
Kata dasarnya adalah (ḥa'mim-mim) yang artinya air yang sangat panas. Ḥammām berarti tempat mandi air hangat. Ḥamīm diartikan juga dengan teman dekat. Kaitannya dengan arti dasar dari kata ini adalah bahwa teman dekat akan merasa tersengat jika ada yang mengganggu teman yang dikasihinya. Dia akan berusaha membelanya dengan sepenuh hati. Untuk mengetahui arti yang pas untuk kata ini harus dilihat konteksnya. Pada Surah Muḥammad ayat: 15, al-An‘ām: 70, aṣ-Ṣāffāt: 70, Ṣād: 57, yang dimaksud dengan “ḥamīm” adalah air yang mendidih. Sedangkan pada Surah asy-Syu‘arā': 101. al-Ma‘ārij: 10, yang dimaksud dengan “ḥamīm” adalah teman dekat.
2. Yanzagannaka يَنْزَغَنَّكَ (Fuṣṣilat/41: 36)
Bentuk muḍāri‘ dari fi‘il māḍī “nazaga”. Akar katanya (nun-za'-gain) artinya adalah adanya upaya untuk merusak antara dua orang. Atau memasuki satu hal untuk merusaknya. Ayat ini menjelaskan tentang upaya setan untuk berusaha membujuk rayu dengan terus membangkitkan dan menggerakkan seorang yang digodanya agar mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki oleh setan.

